Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Nizar Rahmatu : Proses Hukum Penghina Habib Idrus bin Salim Aljufri

×

Nizar Rahmatu : Proses Hukum Penghina Habib Idrus bin Salim Aljufri

Sebarkan artikel ini
M.Nizar Rahmatu.Foto.Dokumen Updatesulawesi.id

Parimo,Updatesulawesi – Abnaul Khairaat secara kultur yang juga cucu kandung murid Guru Tua,KH Nawawian Abdullah M. Nizar Rahmatu, mengecam pernyataan ulama asal Yogyakarta, Gus Fuad Plered, yang dinilai telah menghina pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru tua).(28/03/2025)

Menurut Nizar Rahmatu, pernyataan Gus Fuad tersebut sangat tidak mencerminkan sosok cendekia, karena telah melukai hati Abnaul Khairaat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Olehnya kata Nizar, Ia mendesak kepada aparat kepolisian untuk segera memproses hukum Gus Fuad Plered karena telah tidak hanya melukai hati abnaul khairaat juga membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca berita lainnya :  18 Siswa SDN 2 Posona Tuntaskan Ujian Akhir Sekolah Tanpa Kendala

Perlu di pahami kata Nizar bahwa Guru Tua telah berjasa bagi kemajuan pendidikan di Negeri ini utamanya Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga tidak beralasan jika masyarakat marah karena sangat mencintai Guru Tua.

“Ketika hinaan itu datang, tentunya hati akan terluka. Gus Fuad harus diproses karena telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” tegasnya Jumat 28 Maret 2025.

Baca berita lainnya :  Front Amar Maruf Nahi Munkar Apresiasi Kapolsek Parigi,Minta Tim Bajra di Aktifkan

Alkhairaat dan Guru Tua memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu.

” Saya mendorong aparat hukum untuk menindak tegas pelaku. Tidak ada ruang bagi siapa pun yang berani merendahkan atau menyebarkan ujaran kebencian terhadap tokoh yang berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di daerah kita,” tegas

Baca berita lainnya :  Sunarti Buka Konferensi PGRI Parimo 2025–2030

Nizar pun menjelaakan bahwa rencana pengusulan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional telah mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, bahkan telah dideklarasikan.

“Organisasi-organisasi ini menilai bahwa pendiri perguruan Islam Alkhairaat yang berpusat di Kota Palu layak menjadi Pahlawan Nasional,” tandasnya.

Sebelumnya Gus Fuad Plered menyampaikan Guru Tua tidak layak menjadi pahlawan nasional bahkan melontarkan kata-kata tidak baik. 

Total Views: 511
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *