Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Anleg DPRD Parimo Soroti Standar Administrasi dan Teknis Dapur MBG

×

Anleg DPRD Parimo Soroti Standar Administrasi dan Teknis Dapur MBG

Sebarkan artikel ini
Anleg DPRD Parimo. H.Wardi dan rekan saat RDP.Senin (29/09).Foto.Ferdi

Parimo,Updatesulawesi.id – Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), H. Wardi, menyoroti pentingnya pemenuhan prosedur administrasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu ia sampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Parimo pada Senin (29/09).

Dalam forum tersebut, Wardi menekankan bahwa setiap surat menyurat dan administrasi terkait pelaksanaan program MBG harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca berita lainnya :  Bawaslu Siap Awasi PSU di Kabupaten Parigi Moutong

Ia menilai kepatuhan terhadap aturan administrasi menjadi dasar penting agar program berjalan dengan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Wardi juga menyoroti keberadaan dapur MBG. Ia meminta kejelasan apakah dapur yang ada di Parigi Moutong sudah memenuhi standar sesuai regulasi.

Menurutnya, aspek sanitasi dan pengelolaan limbah harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.

“Jangan sampai ada dapur yang sebenarnya tidak memenuhi standar, tapi dipaksakan untuk beroperasi. Ini justru bisa berisiko pada keamanan makanan yang dikonsumsi siswa,” tegasnya.

Baca berita lainnya :  TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Parigi

Secara teknis, Wardi meminta agar Korwil SPPG lebih selektif dalam menempatkan tenaga ahli gizi di lapangan.

Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah juga sangat penting, termasuk peran camat dan puskesmas dalam melakukan pengawasan.

Menurutnya, kerjasama lintas sektor akan membantu memastikan kualitas pelaksanaan program MBG berjalan sesuai aturan.

Baca berita lainnya :  Banjir Rob Kembali Terjang Sausu Peore, Warga Minta Dibuatkan Tanggul Permanen

“Harus ada keterbukaan, baik dalam penempatan ahli gizi maupun dalam proses pengawasan di lapangan,” tambahnya.

Ia menyebut peristiwa serupa juga ditemukan di beberapa Kecamatan sehingga evaluasi menyeluruh harus dilakukan.

“Keracunan itu bukan cuma di Taopa, tapi ada juga di Toboli dan di Parigi. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Total Views: 257
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *