
Parimo, Updatesulawesi.id– Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, secara resmi melantik pengurus Partai NasDem di 14 kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong.
Pelantikan tersebut berlangsung pada Rabu, 22 Desember 2025, dan menjadi momentum konsolidasi serta penguatan struktur partai di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Nilam Sari Lawira menegaskan bahwa Partai NasDem merupakan partai yang tidak membeda-bedakan latar belakang kader.
Menurutnya, seluruh kader memiliki peran yang sama penting dalam membesarkan partai.
“Di Partai NasDem itu semuanya penting, makanya penyebutan kader itu ‘kaka’,” jelas Nilam Sari.
Ia menambahkan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penegasan komitmen dan pengabdian para pengurus kepada partai dan masyarakat.
“Ini bukan cuma seremonial biasa, ini adalah sebuah penegasan pengabdian,” tegasnya.
Nilam Sari juga mengingatkan seluruh kader agar tidak pernah lelah mengabdi dan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia menilai politik tanpa integritas hanya akan melahirkan praktik transaksional.
“Kalau politik tanpa integritas, itu hanya transaksional. Amanat dari rakyat harus kita perlihatkan dengan kerja nyata,” ujarnya.
Ia menyinggung kewajiban para wakil rakyat untuk kembali ke masyarakat melalui agenda reses, sebagaimana yang juga ia lakukan.
Menurutnya, kehadiran kader dan wakil rakyat di tengah masyarakat tidak boleh hanya saat membutuhkan dukungan.
“Kita sudah dibagi jadwal untuk kembali ke masyarakat dalam program reses, sama halnya dengan saya,” ucap Nilam Sari.
Lebih lanjut, Nilam Sari menekankan pentingnya keterlibatan seluruh struktur partai, khususnya DPC di tingkat kecamatan.
Ia menegaskan bahwa DPC merupakan tulang punggung partai karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Saya minta agar dilibatkan semua DPC-DPC, karena ada keluhan hanya dipanggil saat pelantikan saja, padahal merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Nilam Sari juga meminta Ketua DPD Partai NasDem Parigi Moutong untuk melakukan evaluasi kepengurusan, termasuk mengganti pengurus yang telah hijrah ke partai lain.
Ia turut menyinggung adanya kader yang telah dikenai sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 2, yakni Salimun Mantjabo yang juga diketahui sebagai anggota DPRD Parigi Moutong.
“Mari kita bangun politik yang santun tapi tegas, politik yang berani tapi beretika. Jangan politik intrik. Saling mengingatkan itu penting,” kata Nilam Sari.
Ia menegaskan kepada seluruh anggota legislatif Partai NasDem agar menjaga persatuan dan konsistensi perjuangan partai, baik di tingkat struktur atas maupun hingga ke akar rumput.
“Jangan cuma saya yang semangat, kader juga harus semangat. Di tengah saya ditinggalkan oleh orang terdekat, saya mengapresiasi DPD Partai NasDem Parigi Moutong yang tetap teguh bersama kami,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Nilam Sari berharap para kader tetap setia dan tidak berkhianat dengan berpindah ke partai lain.
Ia mengibaratkan kecintaannya pada Partai NasDem sebagai sebuah kesetiaan yang tidak mudah tergoyahkan.
“Orang kalau sudah jatuh hati, jatuh cinta, susah dilupakan. Saya terlalu cinta Partai NasDem walaupun godaan di luar sana besar,” pungkasnya.








