banner 728x250

Disdikbud Parigi Moutong Tanggapi Arahan Bupati Soal Fasilitas dan Insentif Guru Daerah Terpencil

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd.Jumat,(02/01).Foto.MR.Pakaya

Parimo, Updatesulawesi.id– Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd, menanggapi arahan Bupati Parigi Moutong terkait penyediaan fasilitas perumahan, kendaraan, sarana prasarana, serta upaya pengembalian insentif bagi guru dan kepala sekolah yang bertugas di daerah terpencil dan ekstrem.

Sunarti menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program strategis Bupati Parigi Moutong yang telah dikomunikasikan langsung dengan Menteri saat audiensi di Jakarta.

banner 728x90

Salah satu fokus utama adalah memperjuangkan pengembalian tunjangan daerah khusus (dacil) bagi guru-guru yang mengabdi di wilayah terpencil.

“Memang dulu Parigi Moutong pernah mendapatkan insentif daerah khusus. Namun setelah adanya Peraturan Menteri Desa yang menetapkan Parigi Moutong tidak lagi berstatus daerah 3T, maka tunjangan itu dicabut karena dianggap sudah bukan daerah terpencil,” jelas Sunarti.Jumat,(02/01)

Baca berita lainnya :  Wadek III dan Kaprodi Ilmu Hukum Unismuh Palu Sosialisasikan Virtual Account dan Motivasi Mahasiswa di Kampus III Parigi

Meski secara umum Parigi Moutong dikategorikan sebagai daerah berkembang, Sunarti menegaskan masih terdapat dusun dan desa dengan kondisi geografis ekstrem yang sulit dijangkau, termasuk sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Kondisi itu sudah kami sampaikan ke Pak Menteri. Beliau memberikan saran agar desa-desa yang memang belum layak disebut berkembang bisa mengajukan perubahan status kembali menjadi desa tertinggal. Dengan begitu, tunjangan daerah khusus bagi guru dapat dikembalikan,” ungkapnya.

Baca berita lainnya :  Pemerintah Parigi Moutong Matangkan Rencana Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Saat ini, kata Sunarti, pemerintah daerah masih menggodok kebijakan tersebut bersama Bappeda, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, serta OPD terkait, guna melihat kesiapan desa apabila bersedia menurunkan kembali statusnya.

“Kalau desa berkenan mengubah statusnya menjadi daerah tertinggal, maka bantuan dari pusat akan kembali banyak masuk, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.

Selain memperjuangkan kebijakan dari pemerintah pusat, Disdikbud Parigi Moutong juga menyiapkan langkah intervensi daerah.

Sunarti menyebutkan, Bupati Parigi Moutong menginginkan agar guru-guru di daerah khusus mendapatkan fasilitas perumahan dan kendaraan roda dua, guna menunjang mobilitas dan kenyamanan mereka.

Baca berita lainnya :  Abdul Sahid Buka Perkemahan Penggalang Kwaran Parigi

“Banyak guru tidak betah bertugas di daerah terpencil karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Kalau anggaran daerah mencukupi, Pak Bupati ingin menyiapkan perumahan dan kendaraan untuk mereka,” jelasnya.

Menurutnya, komitmen tersebut bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru agar mau bertahan mengajar di wilayah terpencil.

“Harapannya, guru-guru justru termotivasi bertahan di sana. Bahkan nanti bukan lagi guru dari atas yang minta turun, tapi sebaliknya, yang di bawah justru ingin naik ke daerah terpencil karena fasilitasnya memadai,” pungkasnya.

Total Views: 268

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!