
Gorontalo, Updatesulawesi.id – Kabupaten Gorontalo saat ini berada dalam status waspada tinggi menyusul cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah strategis.
Merespons situasi tersebut, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah mulai dari kepala desa, lurah, hingga camat untuk memperketat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca kita ke depan masih akan ekstrem. Saya minta kepala desa, lurah, dan camat terus berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujar Sofyan Puhi saat memimpin apel awal tahun di Limboto, Senin (05/01).
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Penanganan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat, jangan ada hambatan komunikasi,” tegasnya.
Peringatan tersebut disampaikan bukan tanpa alasan.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem telah menyebabkan bencana di lima kecamatan, yakni Tibawa, Bilato, Boliyohuto, Telaga Biru, dan Limboto Barat.
Dampak yang ditimbulkan pun terbilang serius dan memengaruhi aktivitas masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, mengungkapkan bahwa sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan akibat derasnya aliran air.
“Jembatan di Pulubala, Sidomukti, dan Mootilango mengalami kerusakan. Selain itu, tanggul di Lamahu dan Bilato juga jebol akibat debit air yang luar biasa,” ungkap Udin.
Lebih lanjut, ia menyebutkan Pemda Gorontalo bergerak cepat dengan mengerahkan tim reaksi cepat dari BPBD, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ke lokasi terdampak, khususnya di Kecamatan Bilato yang mengalami dampak cukup parah.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, serta peralatan kerja untuk pembersihan material sisa banjir telah disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk respons awal pemerintah daerah.
Meski demikian, Sofyan Puhi tetap mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan.
“Saya meminta warga tidak ragu untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras kembali mengguyur, demi menghindari jatuhnya korban jiwa,”tandasnya




