banner 728x250

16 Orang Meninggal Dunia , 24 Luka -luka Akibat Banjir Bandang di Sitaro : Tiga Korban di Nyatakan Hilang

Kondis Kabupaten Sitaro pasca banjir bandang.Senin,(05/01).Foto BNPB

Sitaro, Updatesulawesi.id – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dilanda banjir bandang yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan.

Berdasarkan rilis resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut yang terjadi pada Senin (05/01) dini hari.

banner 728x90

Selain korban meninggal, hingga Selasa (06/01) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Sementara itu, ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.

BNPB mencatat, dari total korban meninggal dunia, lima orang telah berhasil diidentifikasi, sedangkan identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan.

Baca berita lainnya :  Permintaan Warga Direspons Cepat, BPBD Parigi Moutong Lengkapi Alkon

Di sisi lain, sebanyak 22 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat, serta dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan medis lanjutan.

Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai sekitar 682 jiwa. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Banjir bandang ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro sejak dini hari.

Luapan air sungai terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA dan menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah.

Baca berita lainnya :  BNPB Catat 24 Kejadian Bencana dalam Dua Hari di Indonesia

Empat kecamatan terdampak dalam peristiwa tersebut, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Dari sisi kerusakan fisik, banjir bandang menyebabkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah mengalami rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, beberapa akses jalan dilaporkan terputus, serta sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur umum mengalami kerusakan.

Pendataan kerugian materiil hingga kini masih berlangsung.Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan.

Baca berita lainnya :  Bahaya Potensi Sesar Lokal Teluk Tomini, BPBD Parimo dan Akademisi Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Upaya difokuskan pada pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, serta pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026.

Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif. BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi Utara.

Total Views: 211

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!