banner 728x250

Dukung MUI, DPD PAN Parigi Moutong Tolak Goyangan Erotis di Ruang Publik

Maklumat DPD PAN Parigi Moutong

Parimo, Updatesulawesi.id– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Parigi Moutong menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk goyangan erotis dan perilaku berpakaian terbuka yang dipertontonkan di ruang publik.

Ketua DPD PAN Parigi Moutong, Husen Mardjengi, menegaskan bahwa praktik tersebut bertentangan dengan nilai-nilai agama, norma kesusilaan, serta budaya masyarakat Parigi Moutong.

banner 728x90

“Kami menolak keras segala bentuk tontonan yang mengandung unsur erotis di ruang publik. Hal ini tidak sejalan dengan nilai moral dan budaya masyarakat, serta berpotensi merusak mental dan moral generasi muda,” tegas Husen dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (09/01).

Baca berita lainnya :  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Menurutnya, kebebasan berekspresi tetap harus dibatasi oleh norma dan etika sosial yang berlaku di tengah masyarakat.

Ia menilai pembiaran terhadap praktik-praktik tersebut dapat mengganggu ketertiban umum dan merendahkan martabat daerah.

DPD PAN Parigi Moutong, lanjut Husen, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong, Sudirman Tjora, dalam upaya menindak dan menghentikan praktik-praktik yang dinilai melanggar norma tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca berita lainnya :  Fluktuasi Ekonomi Parigi Moutong Dipicu Bencana Alam, Pemerintah Fokus Perkuat Ketahanan Daerah

“Kami mendukung penuh langkah Ketua MUI Parigi Moutong untuk menertibkan dan menghentikan praktik-praktik yang tidak pantas ini. Penegakan aturan harus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Selain itu, Husen juga mendesak pemerintah daerah bersama aparat terkait agar bertindak cepat dan tegas tanpa kompromi dalam menjaga marwah dan martabat Kabupaten Parigi Moutong.

Baca berita lainnya :  Sekda Parigi Moutong Hadiri Rapat Pleno di KPU

“DPD PAN Parigi Moutong berkomitmen berada di garda terdepan dalam menjaga nilai moral, agama, dan budaya masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan daerah dan generasi muda,” pungkasnya.

Total Views: 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!