
Parimo,Updatesulawesi.id – Pengurus Daerah Front Pemuda Kaili (PD FPK) Kabupaten Parigi Moutong bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Parigi Moutong menggelar kegiatan sunatan massal, Minggu (11/01).
Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Gedung Indoor Kompleks Kantor Bupati Parigi Moutong dan diikuti oleh 115 anak dari berbagai kecamatan, mulai dari wilayah utara Kecamatan Sidoan hingga Kecamatan Sausu di bagian selatan Parigi Moutong.
Adrudin Nur, yang mewakili Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif PD FPK yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PD FPK. Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah mendukung penuh kegiatan organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada kepentingan publik. Menurutnya, FPK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami berharap FPK terus bergandengan tangan dengan Pemda dalam mengawal seluruh program-program Bupati saat ini,” tambahnya.
Selain itu, Adrudin juga mendorong PD FPK Parigi Moutong untuk membentuk kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan dan desa guna memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua PD FPK Parigi Moutong, Arifin Lamalindu, menjelaskan bahwa kegiatan sunatan massal tersebut sejatinya telah direncanakan sejak tahun lalu sebagai bentuk dukungan terhadap program 100 hari kerja Bupati Parigi Moutong.
“Pelaksanaannya sempat tertunda beberapa kali karena kendala teknis, termasuk keterbatasan tim medis yang saat itu berada di luar daerah,” jelas Arifin.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut akhirnya dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, khususnya Baznas Parigi Moutong. Tim medis dari Rumah Sehat Baznas yang dipimpin langsung oleh Ros Rahmawati menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan sunatan massal tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun dengan berbagai keterbatasan, hari ini FPK membuktikan mampu melaksanakan kegiatan sosial untuk masyarakat. Ini tentu tidak terwujud tanpa bantuan banyak pihak,” tuturnya.
Selain Baznas, dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, sejumlah anggota DPRD, relawan, serta donatur perorangan. Bahkan, panitia juga menyediakan hadiah kecil sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak peserta sunatan.
Arifin menegaskan, sasaran utama kegiatan ini adalah keluarga kurang mampu, anak yatim, dan anak terlantar yang belum mendapatkan layanan sunat. Pendataan peserta dilakukan melalui orang tua, sekolah, serta jaringan internal anggota FPK di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan sosial FPK di Parigi Moutong. Ke depan, kami berharap dapat melaksanakan kegiatan serupa dalam skala yang lebih besar, termasuk pembinaan masyarakat mualaf dan pengelolaan sedekah yang amanah,” pungkasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa PD FPK Parigi Moutong saat ini tengah memperkuat struktur organisasi, dengan jumlah pengurus inti yang telah terbentuk mencapai 544 orang dan tersebar di berbagai wilayah.


