banner 728x250

“Nol Kilometer”, DPRD Parigi Moutong Sentil Janji Bupati Soal Jalan Kotaraya

Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun saat sampaikan aspirasi masyarakat kepada Wakil Bupati Parigi Moutong,Abdul Sahid.(Foto: MR Pakaya)

Parimo,Updatesulawesi.id – Keluhan masyarakat Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, terkait kondisi jalan rusak berat mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (12/01), Imam menyampaikan keresahan warga yang hingga kini masih menanti realisasi janji pembangunan jalan yang disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, usai pelantikan, bukan saat masa kampanye.

banner 728x90

“Kami meminta ada kepala OPD yang bertanggung jawab menangani jalan ini. Masyarakat terus bertanya karena sudah dua kali pelaksanaan pembangunan di wilayah lain, sementara di kampung saya nol kilometer,” ungkap Imam di hadapan forum paripurna.

Baca berita lainnya :  Dinsos : 37.240 Calon Siswa Sekolah Rakyat di Parimo

Ia mempertanyakan ketimpangan realisasi pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah lain yang dinilai telah terealisasi, sementara Desa Kotaraya justru belum tersentuh.

“Kenapa di wilayah Lambunu, Taopa, dan Bolano bisa direalisasikan, sementara Kotaraya tidak ada? Padahal itu sudah dijanjikan langsung oleh Pak Bupati,” tegasnya.

Menurut Imam, janji pembangunan jalan tersebut disampaikan pada tahun 2025 dengan komitmen pelaksanaan pada tahun 2026. Namun, kondisi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dinilai tidak bisa serta-merta dipahami oleh masyarakat di tingkat desa.

“Kita mungkin paham soal efisiensi anggaran dari pusat, tetapi masyarakat tidak memahami itu. Yang mereka tahu hanya janji dan realisasi,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Berani Unggul Versi Quick Count Pilkada Sulteng

Ia menambahkan, keluhan terkait kondisi jalan rusak tersebut terus disampaikan warga kepadanya sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV.

“Setiap waktu masyarakat mempertanyakan ini kepada kami. Karena itu, saya berharap Pak Wakil Bupati yang hadir di tempat ini bisa berkoordinasi dengan Pak Bupati untuk menyikapi persoalan jalan di Kotaraya yang kondisinya sudah sangat parah,” imbuhnya.

Imam menegaskan, pemerintah daerah tidak perlu lagi melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kotaraya karena kondisi kerusakan jalan sudah diketahui secara luas.

“Tidak perlu lagi turun ke Kotaraya. Semua orang sudah tahu jalan itu rusak parah,” katanya.

Baca berita lainnya :  PAN Sulteng Kian Solid,Ramadhan Maulana : Loyalitas Kader Kunci Besarnya PAN di Sulawesi Tengah

Bahkan, lanjut Imam, keterbatasan perhatian pemerintah mendorong masyarakat melakukan penimbunan jalan secara swadaya menggunakan dana hasil urunan warga.

“Kemarin, alhamdulillah, beberapa organisasi ikut mengumpulkan dana untuk menimbun jalan tersebut secara swadaya dari uang masyarakat,” keluhnya.

Salah satu organisasi yang terlibat aktif adalah komunitas pemancing kolam yang menginisiasi penggalangan dana. Imam menyebutkan, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp25 juta.

“Dana itu digunakan untuk menutup lubang-lubang jalan, meskipun belum maksimal. Kalau belum bisa diaspal, setidaknya lubang-lubang itu bisa diratakan dulu, Pak Wakil Bupati,” pungkasnya.

Total Views: 92

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!