
Parimo,Updatesulawesi.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, ST, merespons cepat aspirasi Ketua Karang Taruna Kelurahan Bantaya, Moh. Rifai Pakaya, terkait kelengkapan bantuan mesin pompa air (alkon) dari Gubernur Sulawesi Tengah.
Moh. Rifai Pakaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Bantaya, mengusulkan agar bantuan sebanyak 10 unit alkon tersebut dilengkapi dengan selang penyemprot guna memaksimalkan pemanfaatannya di lapangan.
Ia menilai, keberadaan selang semprot sangat krusial, terutama untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran serta penanganan kondisi darurat kebencanaan di wilayah pesisir Kelurahan Bantaya.
Menanggapi hal tersebut, Rivai, ST menyampaikan bahwa BPBD Parigi Moutong langsung menindaklanjuti permintaan tersebut tanpa menunda waktu, mengingat kebutuhan tersebut bersifat mendesak dan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Kami langsung menunaikan permintaan tersebut karena sifatnya sangat mendesak dan memang dibutuhkan masyarakat. Alkon tanpa selang tentu tidak akan maksimal saat digunakan di lapangan,” ujar Rivai, ST saat dikonfirmasi, Senin (12/01).
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, BPBD Parigi Moutong menyerahkan bantuan tambahan berupa 150 meter selang semprot pemadam kebakaran untuk melengkapi alkon yang sebelumnya telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Rivai menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD Parigi Moutong dalam memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya organisasi kepemudaan dan relawan kebencanaan di tingkat kelurahan.
“Karang Taruna dan FPRB merupakan mitra strategis BPBD. Ketika mereka bergerak cepat di lapangan, maka pemerintah juga harus responsif dalam mendukung kebutuhan penanganan dan pengurangan risiko bencana,” tegasnya.








