banner 728x250

Tak Kunjung Pulang, Petani Cengkeh Ditemukan Tewas di Pegunungan Ulatan

(Foto: Bidhumas Polres Parigi Moutong)

Parimo,Updatesulawesi.id – Warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria di kawasan pegunungan pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Korban diketahui bernama Suharjono (38), seorang petani cengkeh asal Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.

Informasi penemuan jenazah tersebut pertama kali diterima aparat kepolisian sekitar pukul 20.30 WITA, setelah warga melaporkan adanya mayat di kebun cengkeh milik korban di wilayah pegunungan Desa Ulatan.

banner 728x90

Berdasarkan keterangan keluarga, Suharjono terakhir kali terlihat pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, saat berangkat ke kebunnya untuk mengambil daun cengkeh. Namun hingga Minggu siang, korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

Baca berita lainnya :  Polsek Sausu Tangkap Pemuda Pelaku Pencurian Beruntun

Sekitar pukul 18.30 WITA, seorang warga yang melintas di area perkebunan menemukan Suharjono dalam kondisi tidak bernyawa. Informasi tersebut segera disampaikan kepada pihak keluarga, yang kemudian bersama warga mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah dari kawasan pegunungan menuju permukiman.

Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca berita lainnya :  Viral Seret Istri di Jalan Umum, Polisi Bekuk Pelaku KDRT di Siniu

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan pihak kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur.

“Anggota Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi, serta membawa korban ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar IPTU Arbit, Minggu malam.

IPTU Arbit menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi, dan penolakan tersebut telah dituangkan dalam berita acara resmi.

“Keluarga korban menolak autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan. Kepolisian menghormati keputusan tersebut, namun tetap melakukan pendataan dan dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan,” jelasnya.

Usai pemeriksaan medis, jenazah Suharjono dipulangkan ke rumah duka di Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini, untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Pihak kepolisian menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan, khususnya di wilayah perkebunan dan pegunungan yang jauh dari akses layanan kesehatan.

Total Views: 78

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!