Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi & Daerah

Tertibkan PETI, Gubernur Batasi IPR Satu Alat dan Maksimal 10 Hektare

×

Tertibkan PETI, Gubernur Batasi IPR Satu Alat dan Maksimal 10 Hektare

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. (Foto: Ist)

Parimo, Updatesulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) yang masih marak terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Parigi Moutong. Namun penertiban tersebut, menurutnya, harus tetap berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong periode 2026–2031.

Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah merancang skema penyelesaian PETI melalui penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang tertib dan berkeadilan. Dalam skema tersebut, setiap IPR dibatasi hanya untuk satu alat kerja pada luasan maksimal 10 hektare.

Baca berita lainnya :  Pasca Evaluasi Gubernur, DPRD Dorong APBD 2026 Lebih Pro Kebutuhan Warga

“IPR itu bukan untuk dikuasai segelintir orang. Satu izin hanya boleh satu alat. Tidak boleh satu IPR tapi alatnya banyak. Dan yang paling penting, IPR harus dimiliki oleh masyarakat desa setempat, bukan oleh orang luar,” tegasnya.

Untuk memperkuat penertiban di lapangan, Gubernur mendorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong agar memperbanyak penerbitan IPR yang sah, sehingga pemerintah memiliki dasar kuat untuk menindak praktik pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Baca berita lainnya :  Durian Parimo Mendunia, Gubernur Sulteng Lepas Ekspor Perdana ke Tiongkok

Menurut Anwar Hafid, Parigi Moutong merupakan daerah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pertambangan. Dengan luas wilayah dan kekayaan alam yang dimiliki, Parigi Moutong dinilainya mampu melampaui daerah lain jika dikelola secara tepat.

Baca berita lainnya :  Jelang Ramadan, Gerakan Pangan Murah Hadir di 11 Kecamatan, Sofiana: Kami Ingin Masyarakat Tenang Berbelanja

“Potensi Parigi Moutong luar biasa. Pertaniannya kuat, perkebunannya besar. Karena itu, tidak salah jika Kadin Parigi Moutong kita dorong menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia berharap Kadin dapat mengambil peran strategis dalam mendorong tata kelola usaha yang legal, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, sehingga pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.

Total Views: 213
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *