banner 728x250
Berita  

BMKG Keluarkan Rekomendasi Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Parigi Moutong

Data yang disampaikan oleh Solih Alfiandy, SPAG, selaku perwakilan BMKG Wilayah Lore Lindu. (Foto : MR.Pakaya)

Parimo,Updatesulawesi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Palu menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem pada awal tahun 2026.

Rekomendasi tersebut disampaikan oleh Solih Alfiandy, SPAG, perwakilan BMKG Wilayah Lore Lindu, sebagai respons atas dinamika iklim yang diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Parigi Moutong.

banner 728x90

“Pemerintah Daerah Parigi Moutong perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya pada periode puncak musim hujan di awal tahun 2026,” ujar Solih dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Pemda Parigi Moutong yang digelar di Command Center Pusdalops BPBD, Selasa (27/01/2026), melalui Zoom Meeting.

Baca berita lainnya :  SPBU Kampal dan Toboli Disorot, FPRB Minta Sanksi Tegas dari BPH Migas

Dalam sektor kebencanaan, BMKG menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir, daerah aliran sungai (DAS), serta kawasan lereng dan perbukitan. Upaya tersebut dinilai krusial untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian materiil akibat bencana.

Selain kebencanaan, BMKG juga menaruh perhatian pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Solih menyebutkan, penyesuaian kalender tanam perlu dilakukan dengan mengacu pada prakiraan awal musim hujan 2025/2026 serta distribusi curah hujan sepanjang tahun 2026.

Baca berita lainnya :  Optimalisasi PAD, DPRD Parigi Moutong Pelajari Pajak Reklame di Makassar

“Optimalisasi pola tanam di wilayah dengan curah hujan normal hingga di atas normal sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mengantisipasi potensi stres panas pada tanaman akibat suhu udara yang cenderung lebih hangat,” jelasnya.

Di sektor sumber daya air, BMKG merekomendasikan optimalisasi pengelolaan waduk, embung, dan jaringan irigasi selama periode curah hujan tinggi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan cadangan air yang memadai saat memasuki musim kemarau.

“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara adaptif dan berbasis prakiraan, mengingat fluktuasi curah hujan yang semakin tidak menentu,” tambah Solih.

Baca berita lainnya :  Tata Kelola Tambang Disorot, Bupati Parimo Akui Dampak Ekonomi dan Tantangan Pengawasan

Rekomendasi BMKG tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah Parigi Moutong dalam menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan lintas sektor, baik dalam penanggulangan bencana, penguatan ketahanan pangan, maupun pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan, upaya pengurangan risiko bencana akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Parigi Moutong diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan.

Total Views: 18
Editor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!