Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPeristiwa

Sekda Parigi Moutong Gerak Cepat, Seluruh OPD Dimobilisasi Tangani Karhutla dan Kekeringan

×

Sekda Parigi Moutong Gerak Cepat, Seluruh OPD Dimobilisasi Tangani Karhutla dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran. (Foto: Fita)

Parimo,Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai ancaman kekeringan di sejumlah wilayah. Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, langsung mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setelah meninjau lokasi kebakaran di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dan Desa Euvolo, Kecamatan Siniu, Selasa malam (4/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Langkah tersebut diambil menyusul hasil pemantauan pimpinan daerah yang menunjukkan potensi kebakaran dan kekeringan dapat meluas serta berdampak pada masyarakat, khususnya sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam arahannya, Zulfinasran menegaskan setiap OPD harus segera menyiapkan langkah teknis sesuai tugas dan fungsi masing-masing guna mempercepat penanganan di lapangan.

Baca berita lainnya :  “Kapal Kosong Enam” Tenggelam, Evakuasi Cepat Selamatkan Semua ABK

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) diminta menyiapkan 400 unit tangki semprot pertanian sekaligus melakukan pendataan terhadap masyarakat dan lahan pertanian yang terdampak, baik akibat kebakaran maupun kekeringan.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan diarahkan menyiapkan data wilayah terdampak serta memastikan kesiapan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) apabila kondisi darurat membutuhkan bantuan logistik bagi masyarakat.

Untuk mendukung upaya pemadaman, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) diminta menyiapkan peralatan berat seperti ekskavator, dozer, serta mobil tangki air guna mempercepat proses penanganan di lokasi bencana.

Baca berita lainnya :  SPBU Kampal dan Toboli Disorot, FPRB Minta Sanksi Tegas dari BPH Migas

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diinstruksikan mengerahkan armada tangki air serta menyiapkan personel yang siaga penuh di wilayah terdampak.

Upaya penanganan juga melibatkan partisipasi masyarakat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Bagian Pemerintahan Umum dan Hukum (PUM) diminta mengoordinasikan keterlibatan warga dalam membantu proses pemadaman. Para kepala desa juga diinstruksikan menyampaikan imbauan melalui rumah-rumah ibadah agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Baca berita lainnya :  Dinsos : 37.240 Calon Siswa Sekolah Rakyat di Parimo

Pada sektor kesehatan, Dinas Kesehatan diminta menyiapkan tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat serta menempatkan personel di posko-posko penanganan bencana.

Zulfinasran menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor serta pelaporan berjenjang agar kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan terukur.

“Mari kita melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab,” tegas Zulfinasran, sembari menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam penanganan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 65
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *