banner 728x250

Sepucuk Pesan Terakhir dari Ngada: Kisah Pilu Seorang Bocah dan Keterbatasan yang Menghimpit

Updatesulawesi.id – Langit pagi di sebuah desa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tak lagi sama sejak Kamis, 29 Januari 2026. Warga dikejutkan kabar duka tentang seorang bocah berusia 10 tahun berinisial YBS yang ditemukan meninggal dunia di area kebun cengkeh, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Kepergian YBS bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menggugah nurani banyak pihak tentang realitas kehidupan anak-anak di tengah keterbatasan ekonomi.

banner 728x90

Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun. Di usia senja, sang nenek menjadi tempat pulang bagi bocah kecil itu. Sementara itu, ibunya tinggal di desa lain, berjuang seorang diri menafkahi lima orang anak setelah ayah YBS meninggal dunia bahkan sebelum ia lahir.

Menurut keterangan warga, YBS dikenal sebagai anak yang pendiam. Pada hari sebelum peristiwa itu terjadi, ia sempat mengunjungi ibunya. Dalam pertemuan sederhana itu, YBS meminta uang sekitar Rp10 ribu untuk membeli buku tulis dan pulpen—perlengkapan sekolah yang bagi sebagian orang mungkin tampak sepele, namun menjadi harapan besar bagi seorang anak yang ingin tetap belajar.

Baca berita lainnya :  Bupati Parimo Warning Bahaya Karhutla Saat Rapat Bersama Kepala Desa Ampibabo

Permintaan itu belum dapat dipenuhi. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat sang ibu harus menunda keinginan anaknya. Tak ada yang menyangka, percakapan sederhana itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan keluarga, permintaan tersebut disampaikan korban sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Menurut pengakuan ibunya, korban sempat meminta uang untuk membeli perlengkapan sekolah sebelum kejadian,” ujarnya.

Ketika ditemukan, warga juga mendapati sepucuk pesan yang ditujukan kepada sang ibu. Pesan itu berisi kalimat perpisahan yang menyiratkan kesedihan mendalam sekaligus kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.

Baca berita lainnya :  Agenda Negara Bubar di Menit Akhir, Kunjungan Menteri Transmigrasi ke Parigi Moutong Gagal Terlaksana

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R. Pissort, menyatakan pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa surat tersebut ditulis oleh korban. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi peristiwa.

Peristiwa ini menjadi potret nyata bagaimana tekanan sosial dan ekonomi dapat memengaruhi kondisi psikologis anak. Di banyak daerah, akses terhadap perlengkapan pendidikan yang layak masih menjadi tantangan, terutama bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan.

Kejadian tersebut turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan akan menelusuri informasi terkait peristiwa tersebut untuk memastikan langkah penanganan yang tepat.

“Nanti akan kami selidiki lebih lanjut. Saya belum menerima laporan lengkapnya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar peristiwa tragis, kisah YBS menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal ruang kelas dan kurikulum, tetapi juga tentang dukungan sosial, perhatian keluarga, dan kepedulian lingkungan sekitar terhadap tumbuh kembang anak.

Baca berita lainnya :  Karhutla Terjadi di Desa Toboli, BPBD Parigi Moutong Lakukan Kaji Cepat

Para pemerhati pendidikan dan perlindungan anak menilai, kehadiran dukungan psikologis serta jaring pengaman sosial menjadi faktor penting untuk mencegah tekanan emosional pada anak, terutama mereka yang hidup dalam situasi rentan.

Peristiwa ini juga menjadi seruan bagi masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Terkadang, kesedihan mereka tidak selalu terlihat, tetapi dapat tersimpan dalam diam.

Jika seseorang mengalami tekanan emosional, rasa putus asa, atau kesulitan menghadapi masalah kehidupan, mencari bantuan dari keluarga, guru, tenaga kesehatan, atau layanan konseling merupakan langkah penting. Dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang.

Total Views: 35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!