
Parimo, Updatesulawesi.id – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (05/02).
Peninjauan tersebut turut didampingi Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., Kepala Dinas Kominfo Hairudin, serta tim gabungan yang selama ini berjibaku memadamkan api.
Di lokasi kejadian, Bupati Erwin Burase menyampaikan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan guna mencegah api meluas. Namun, proses penanganan masih menghadapi kendala berat, terutama kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
“Kami sudah melihat langsung kondisi medan. Kendaraan tidak bisa menjangkau lokasi titik api, sementara angin cukup kencang sehingga berpotensi memperbesar kebakaran dan membahayakan masyarakat,” ungkap Bupati.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Sejumlah warga terlihat bergotong royong mengangkut air menggunakan jerigen untuk memadamkan api yang terus merambat.
Sebagai langkah percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berencana menyiapkan alat pompa air (alkon) guna memaksimalkan suplai air ke titik kebakaran. Bupati menjelaskan, sumber air di sekitar lokasi akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman melalui sistem pompa dan selang panjang.
“Kami akan menyiapkan alkon agar air bisa langsung dipompa dari sumber air ke titik api. Saat ini masyarakat masih harus naik turun membawa air secara manual, tentu ini sangat berat bagi mereka,” jelasnya.
Selain fokus pada pemadaman, Bupati juga menaruh perhatian serius terhadap dampak ekonomi yang dialami masyarakat akibat kebakaran tersebut. Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah agar segera memerintahkan camat dan kepala desa melakukan pendataan lahan dan kebun warga yang terdampak.
“Kita minta segera didata luas lahan yang terbakar, siapa pemiliknya, serta jenis tanaman yang terdampak. Ada kebun masyarakat yang luasnya mencapai 10 hektar dan sudah siap panen. Ini kerugian besar yang harus menjadi perhatian bersama,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan akan terus memperkuat langkah penanganan karhutla, baik melalui upaya pemadaman di lapangan maupun pendampingan kepada masyarakat terdampak pascakebakaran.








