banner 728x250

Agenda Negara Bubar di Menit Akhir, Kunjungan Menteri Transmigrasi ke Parigi Moutong Gagal Terlaksana

Potongan Jadwal Tentative kunjungan Menteri Transmigrasi RI. (Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Rencana kunjungan Menteri Transmigrasi ke Kabupaten Parigi Moutong yang sebelumnya telah diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Daerah (Pemda), mendadak batal. Padahal, jadwal kunjungan lengkap beserta rundown kegiatan telah dirilis dan dipastikan berlangsung pada 13–14 Februari 2026.

Pembatalan agenda tingkat nasional itu disampaikan secara singkat melalui pesan WhatsApp yang diteruskan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Parigi Moutong, Moh. Rain Abdullah, Rabu (11/02).

banner 728x90

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa pembatalan terjadi karena Menteri Transmigrasi memiliki agenda mendadak yang tidak dapat diwakilkan.

Baca berita lainnya :  Rapat Klarifikasi Temuan BPK Tersendat, Bappelitbangda Datang Tanpa Dokumen

“Menginfokan, untuk rencana kegiatan di Parigi Moutong tidak jadi dilaksanakan mengingat Pak Menteri di tanggal tersebut ada kegiatan mendadak yang tidak bisa diwakilkan. Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mohon permakluman,” tulis pesan tersebut.

Pembatalan yang terkesan mendadak ini langsung memicu tanda tanya publik. Pasalnya, berbagai persiapan penyambutan hingga peninjauan lokasi telah dilakukan sejumlah pihak, termasuk instansi teknis yang terlibat dalam agenda kunjungan.

Sejumlah titik yang sebelumnya masuk dalam jadwal resmi bahkan telah dipersiapkan untuk menjadi lokasi peninjauan langsung oleh Menteri, terutama yang berkaitan dengan program strategis transmigrasi dan ketenagakerjaan di daerah.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait kemungkinan penjadwalan ulang kunjungan tersebut. Pemda Parigi Moutong juga belum memberikan keterangan detail mengenai dampak pembatalan terhadap program-program yang rencananya akan dievaluasi langsung oleh pemerintah pusat.

Situasi ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, mengingat kunjungan tersebut dinilai penting untuk mendorong penguatan program transmigrasi sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Publik kini menunggu kepastian dan transparansi lanjutan dari pemerintah terkait nasib agenda strategis tersebut.

Total Views: 113
Penulis: NurfitaEditor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!