banner 728x250

Magang Luar Negeri Berpolemik, Pemda Klaim Masalah Hanya Salah Paham

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong, Abdul Malik.(Foto: M.R Pakaya)

Parimo,Updatesulawesi.id – Polemik program pendidikan dan pelatihan kerja menuju magang ke Jepang yang dimentori LPK Kesaku mulai menuai sorotan. Pemerintah daerah akhirnya buka suara menyusul munculnya keluhan dan mundurnya sejumlah peserta dari program tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong, Abdul Malik, menyebut polemik yang berkembang lebih disebabkan kesalahan komunikasi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

banner 728x90

Menurut Abdul Malik, pemerintah daerah telah melakukan klarifikasi langsung kepada peserta, baik yang masih mengikuti pelatihan maupun yang memilih mundur dari program magang luar negeri tersebut.

Baca berita lainnya :  Pelantikan Kadin Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Paparkan Strategi Penguatan UMKM

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan peserta aktif dan yang mengundurkan diri. Dari hasil klarifikasi, terlihat adanya miskomunikasi antara pemerintah daerah, pihak LPK, dan peserta,” tegasnya.

Ia mengakui, dinamika yang muncul menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Evaluasi menyeluruh disebut segera dilakukan guna memperbaiki mekanisme pelaksanaan program, khususnya terkait koordinasi dan transparansi informasi kepada peserta.

“Ke depan, pola komunikasi akan kami benahi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan tidak mengganggu jalannya program,” ujarnya.

Di tengah polemik yang berkembang, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya memberikan perlindungan kepada peserta. Abdul Malik bahkan menegaskan tidak boleh ada pihak yang menekan atau menyudutkan pemuda daerah yang mengikuti program peningkatan keterampilan tersebut.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Hadiri PTBI 2025, Perkuat Sinergi Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Kami memastikan tidak ada yang boleh menimbulkan ketidaknyamanan bagi peserta. Pemerintah daerah hadir untuk melindungi mereka,” katanya.

Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin keamanan peserta selama mengikuti tahapan program, termasuk bagi mereka yang memilih mengundurkan diri.

“Saya siap pasang badan memastikan masyarakat daerah yang mengikuti magang tetap merasa aman dan terlindungi,” ucapnya.

Baca berita lainnya :  Panen Raya Jagung di Lobu Mandiri, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

Pemerintah daerah turut memastikan bertanggung jawab terhadap peserta yang mundur, termasuk menjamin proses pemulangan berjalan aman. Selain itu, peserta disebut masih memiliki peluang melanjutkan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Abdul Malik mengimbau seluruh pihak agar tidak memperkeruh situasi yang berpotensi mengganggu tujuan utama program, yakni membuka peluang kerja serta meningkatkan kompetensi generasi muda daerah.

Meski polemik sempat mencuat, pemerintah daerah berharap program peningkatan kualitas tenaga kerja tersebut tetap berjalan dan mampu menjadi jalur peningkatan kesempatan kerja bagi pemuda Parigi Moutong.

Total Views: 8
Penulis: NurfitaEditor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!