banner 728x250

Anwar Hafid Dorong Integrasi Industri Sulteng–Sichuan, Ekspor Langsung Tanpa Perantara

(Foto: Istimewa)

Palu, Updatesulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempertegas langkah besar menuju industrialisasi berbasis pertanian melalui penjajakan kerja sama sister province dengan Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Kolaborasi ini diarahkan bukan sekadar hubungan dagang, melainkan integrasi kawasan industri dua provinsi di dua negara yang saling terhubung dalam satu ekosistem hilirisasi.

banner 728x90

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, didampingi Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong Faradiba M. Zaenong, menerima delegasi perusahaan milik daerah Sichuan pada Sabtu (21/2/2026) di Ruang Rapat Polibu.

Delegasi berasal dari Chengdu Huishi Technology Co., Ltd. yang dipimpin Zheng Shan-shan, Deputy General Manager Sichuan Henghui Financial Warehousing Co., Ltd.. Mereka menyatakan kesiapan membangun kolaborasi industri jangka panjang di Sulawesi Tengah.

Industrialisasi Dua Provinsi, Bukan Sekadar EksporPertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada pengembangan kawasan industri berbasis pertanian dan perkebunan, penguatan rantai pasok, serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan seperti durian, kakao, dan kopi yang ditargetkan menembus pasar Tiongkok secara langsung.

Baca berita lainnya :  Rakor Komisi Irigasi Bahas Alokasi Air Sausu Atas, Bappelitbangda Parigi Moutong Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Alih Fungsi Lahan

“Kita tidak ingin hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mendorong industrialisasi hasil pertanian, salah satunya durian, agar memberi nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi yang nyata,” tegas Anwar Hafid.

Ia menekankan konsep dua kawasan industri, dua provinsi, dua negara sebagai fondasi kemitraan strategis jangka panjang.

“Di sini ada kawasan industri, di sana juga ada kawasan industri. Dua provinsi ini harus tumbuh bersama sebagai sister province yang produktif,” ujarnya.

Menurutnya, konektivitas langsung antar kawasan industri Sulawesi Tengah dan Sichuan akan memperkuat posisi daerah dalam peta kerja sama Indonesia–Tiongkok di level subnasional.

Cold Storage dan Hilirisasi Jadi Prioritas Sulawesi Tengah dinilai memiliki posisi geografis strategis sebagai jalur pengiriman langsung ke Tiongkok.

Karena itu, pembangunan fasilitas cold storage dan sistem pergudangan modern menjadi agenda prioritas.

Fasilitas tersebut direncanakan terintegrasi dengan kawasan industri di Palu dan Siniu yang diarahkan sebagai kawasan industri hijau.

“Cold storage bukan sekadar tempat penyimpanan. Ini pintu masuk industri pengolahan—mulai dari pembekuan, freeze drying, hingga pengolahan lanjutan kakao dan kopi. Inilah arah hilirisasi yang kita bangun,” jelas Gubernur.

Baca berita lainnya :  Bupati Parimo: CSR Bank Harus Tepat Sasaran dan Transparan

Dengan dukungan teknologi warehousing dan logistik dari Sichuan, Sulawesi Tengah ditargetkan mampu membangun ekosistem industri dari hulu ke hilir.

Ekspor Langsung Tanpa Negara PerantaraCapaian ekspor durian Sulawesi Tengah menjadi bukti awal potensi kerja sama ini.

Pada Januari lalu, provinsi ini mencatatkan tiga kali pengiriman durian segar langsung ke Tiongkok dengan nilai sekitar 1 juta dolar AS atau setara Rp16 miliar.

Volume ekspor memang masih sekitar 45 ton, namun pengiriman dilakukan tanpa melalui negara perantara seperti Thailand atau Vietnam.

Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan daya saing petani lokal.

“Kami ingin wilayah barat Sulawesi Tengah, khususnya sentra pertanian seperti Parigi Moutong, ikut melesat. Seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat menindaklanjuti kerja sama ini. Saya dan Wakil Gubernur akan mengawal penuh,” tegasnya.

Baca berita lainnya :  Sofiana Pandean Paparkan Progres Koperasi Merah Putih di Parigi Moutong

Komitmen Industri Sichuan Zheng Shan-shan menyampaikan bahwa pihaknya melihat Sulawesi Tengah sebagai mitra strategis dengan potensi bahan baku besar dan berkelanjutan.

“Kami memiliki pengalaman dalam teknologi pengolahan pangan lanjutan seperti freeze drying, ekstraksi tanaman, serta pengolahan kakao dan kopi. Sulawesi Tengah memiliki potensi bahan baku yang sangat kuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahap awal akan difokuskan pada pembentukan tim bersama dan penguatan kerja sama sister province sebelum masuk pada investasi teknis dan proyek konkret.

Menuju Poros Industri Indonesia–TiongkokSebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama untuk mempersiapkan kerja sama secara kelembagaan.

Ke depan, kolaborasi tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga perikanan, peternakan, logistik, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerja sama Sulawesi Tengah–Sichuan diharapkan menjadi model kemitraan daerah lintas negara yang produktif dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar hubungan dagang. Ini adalah fondasi poros industri dua negara—dibangun dari Sulawesi Tengah untuk pasar Tiongkok.

Total Views: 81
Editor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!