
Parimo, Updatesulawesi.id – Dalam rangka memastikan program pemerintah pusat berjalan efektif di daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jumat (20/02).
Secara paralel, ia juga mengutus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Pusat Pasar Kerja.
Langkah ini merupakan strategi pembagian tugas di lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong guna mempercepat realisasi sejumlah program prioritas nasional tanpa terkendala persoalan administrasi maupun teknis.
Zulfinasran menegaskan, kunjungannya ke Kemensos merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Parigi Moutong untuk mengawal rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) agar berjalan sesuai ketentuan.
“Saya hadir di Kemensos untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tidak mengalami hambatan, baik dari sisi administrasi maupun teknis,” ujarnya.
Ia menekankan, seluruh dokumen persyaratan harus segera dilengkapi agar proses pembangunan tidak tertunda. Menurutnya, kelalaian administrasi tidak boleh menjadi penghambat program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Kita tidak ingin ada kendala hanya karena persoalan dokumen. Semua harus dipastikan lengkap agar proses berjalan sesuai jadwal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait. Status dan progres Sekolah Rakyat di Parigi Moutong, kata dia, harus terus dipantau dan dikawal secara serius.
Di sektor ketenagakerjaan, perhatian juga difokuskan pada perluasan akses kerja bagi masyarakat.
Pengutusan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ke Kemnaker bertujuan membuka peluang lebih luas bagi pencari kerja asal Parigi Moutong agar terhubung dengan perusahaan nasional hingga internasional melalui jalur resmi pemerintah.
“Kita ingin memastikan putra-putri daerah memiliki akses yang setara untuk bekerja di perusahaan nasional bahkan internasional. Koordinasi dengan Pusat Pasar Kerja menjadi kunci agar peluang itu benar-benar terbuka,” pungkas Zulfinasran.








