
Parimo,Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja Tim Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Senin (23/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Asisten I itu diterima langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Adrudin Nur.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meminta usulan nama calon anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Parigi–Poso dari unsur pemerintah daerah. Hal ini disampaikan oleh Staf PPK Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) BWS Sulawesi III Palu, Florensia Naya.
Menurutnya, pembentukan TKPSDA WS Parigi–Poso periode 2026–2031 merupakan tindak lanjut dari ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 2 Tahun 2024. Dalam regulasi tersebut, BWS Sulawesi III Palu ditetapkan sebagai sekretariat TKPSDA pada tingkat wilayah sungai dan bertugas memfasilitasi proses pembentukannya.
“Sehubungan dengan itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk mengusulkan perwakilan dari unsur pemerintah daerah yang akan menjadi anggota TKPSDA WS Parigi–Poso. Usulan tersebut paling lambat kami terima pada 26 Februari 2026, untuk selanjutnya diajukan kepada Menteri Pekerjaan Umum,” jelas Florensia.
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan, sinkronisasi program, serta pengendalian pemanfaatan dan konservasi sumber daya air di wilayah sungai. Keberadaan TKPSDA diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan air.
Menanggapi hal tersebut, Adrudin Nur menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap pembentukan TKPSDA WS Parigi–Poso. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dengan Balai Sungai dalam setiap pelaksanaan program.
“Pemerintah daerah selalu siap berkoordinasi dan bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.








