banner 728x250

Durian Parimo Mendunia, Gubernur Sulteng Lepas Ekspor Perdana ke Tiongkok

(Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Harapan para petani durian di Parigi Moutong akhirnya berbuah manis. Pada 27 Februari 2026, ekspor perdana durian beku asal daerah ini ke Tiongkok akan resmi dilepas oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di fasilitas produksi PT Silvia Amerta Jaya yang berlokasi di Desa Tolai, Kecamatan Torue.

Momen ini bukan sekadar seremoni pelepasan kontainer, tetapi menjadi titik balik bagi para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun durian. Kini, buah yang dulu hanya dipasarkan secara lokal, telah menembus pasar internasional dalam bentuk produk beku berkualitas ekspor.

banner 728x90

Kegiatan ini digagas oleh Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Parigi Moutong bersama Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Kabupaten Parigi Moutong, dengan dukungan penuh dari PT Silvia Amerta Jaya sebagai perusahaan pengolah dan eksportir.

Baca berita lainnya :  Pelantikan Kadin Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Paparkan Strategi Penguatan UMKM

Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba M. Zaenong, menyebut ekspor perdana ini sebagai simbol naik kelasnya petani durian Parigi Moutong.

“Ini bukan hanya tentang pengiriman produk ke luar negeri. Ini tentang kerja keras petani kita yang kini diakui pasar global. Durian Parigi Moutong sudah memenuhi standar ekspor dan mampu bersaing,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Anwar Hafid Dorong Integrasi Industri Sulteng–Sichuan, Ekspor Langsung Tanpa Perantara

Ia menjelaskan, proses menuju ekspor tidak instan. Mulai dari pembinaan kualitas di tingkat kebun, penerapan standar panen, proses pembekuan dengan teknologi cold storage, hingga kelengkapan dokumen ekspor, seluruhnya dipersiapkan secara bertahap dan kolaboratif.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam pelepasan ekspor ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi terhadap hilirisasi pertanian dan pembukaan akses pasar global bagi komoditas unggulan daerah.

Baca berita lainnya :  Pasca Evaluasi Gubernur, DPRD Dorong APBD 2026 Lebih Pro Kebutuhan Warga

Acara tersebut dijadwalkan dihadiri sekitar 300 hingga 400 undangan, terdiri dari unsur Forkopimda, camat dan kepala desa, petani, pelaku usaha, hingga mitra perdagangan.

Bagi masyarakat Parigi Moutong, ekspor perdana ini menjadi harapan baru—bahwa dari kebun-kebun durian di desa, terbuka peluang ekonomi yang lebih luas, pendapatan yang lebih baik, serta masa depan pertanian yang semakin menjanjikan.

Total Views: 57
Penulis: NurfitaEditor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!