
Parimo,Updatesulawesi.id – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya mengawal Dana Alokasi Umum (DAU) bidang kesehatan tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar.
Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) guna memperkuat layanan bedah saraf di daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Sutoyo, menekankan bahwa pengadaan alkes tidak boleh sekadar belanja rutin, tetapi harus berbasis kebutuhan riil pelayanan.
“Layanan bedah saraf tidak cukup hanya dengan tenaga dokter spesialis. Harus ditopang peralatan medis yang lengkap dan sesuai standar. Tahun sebelumnya masih ada alat penunjang yang belum maksimal, sehingga 2026 kembali kami anggarkan sekitar Rp1,5 miliar untuk mendukung operasionalnya,” tegas Sutoyo.
Ia mengungkapkan, di Provinsi Sulawesi Tengah saat ini baru dua rumah sakit yang mampu memberikan layanan bedah saraf, yakni RSUD Undata dan RSUD Anuntaloko.
Keterbatasan ini membuat akses layanan spesialis tersebut masih belum merata.Dalam sistem rujukan terintegrasi (Sisrute), pasien dari wilayah seperti Morowali dan Poso yang membutuhkan tindakan bedah saraf umumnya dirujuk ke RSUD Undata di Palu.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pasien harus dirujuk ke luar provinsi seperti Palopo, dengan jarak tempuh yang jauh dan risiko tinggi bagi pasien.
Karena itu, Komisi IV mendorong penguatan rumah sakit rujukan di dalam provinsi agar layanan kesehatan semakin dekat, cepat, dan aman diakses masyarakat.
Sutoyo menegaskan, pengawalan anggaran ini menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat Parimo dan wilayah sekitar tidak lagi bergantung pada rujukan luar daerah untuk layanan bedah saraf.








