
Parimo,Updatesulawesi.id – Dugaan keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian bernama Edhy Jaya dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Mentawai, Sausu Torono, Kabupaten Parigi Moutong, kembali memantik sorotan tajam publik.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, Edhy Jaya diduga bukan sekadar mengetahui, tetapi turut mengatur dan mengendalikan aktivitas PETI yang telah berlangsung cukup lama di kawasan tersebut.
Hingga kini, aktivitas tambang ilegal itu disebut tetap berjalan tanpa penindakan hukum yang tegas dan terbuka.
Tak hanya itu, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sudah lama tidak terlihat menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.
“Sudah lama tidak pernah masuk kantor. Lebih sering berada di lokasi tambang,” ujar sumber tersebut.
Jika informasi ini benar, maka persoalan yang muncul bukan hanya dugaan keterlibatan dalam praktik ilegal, tetapi juga menyangkut disiplin dan integritas aparat penegak hukum.
Seorang anggota kepolisian seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas PETI, bukan justru diduga terlibat di dalamnya.
Wilayah Sausu Torono sendiri selama ini dikenal rawan aktivitas tambang ilegal. Praktik PETI tidak hanya berpotensi merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai, tetapi juga memicu konflik sosial serta merugikan negara dari sisi penerimaan sektor pertambangan.
Keresahan masyarakat pun kian menguat. Warga berharap ada langkah tegas dan transparan dari institusi kepolisian untuk mengusut dugaan ini secara profesional.
Di sisi lain, beredar isu bahwa yang bersangkutan seolah mendapat perlindungan dari atasan. Isu ini mencuat lantaran belum adanya klarifikasi resmi maupun tindakan pemeriksaan terbuka, meski kabar dugaan tersebut telah lama beredar di tengah masyarakat.
Apabila benar terjadi pembiaran atau perlindungan, hal ini berpotensi mencoreng citra institusi kepolisian dan memperburuk kepercayaan publik. Penegakan hukum yang terkesan tebang pilih hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan Edhy Jaya dalam aktivitas PETI maupun soal kabar ketidakhadirannya dalam menjalankan tugas.
Masyarakat Parigi Moutong kini menanti klarifikasi terbuka serta langkah konkret dari institusi terkait. Penanganan yang transparan dan tanpa pandang bulu menjadi kunci untuk memastikan supremasi hukum tetap berdiri di atas semua kepentingan.








