
Parimo, Updatesulawesi.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menegaskan sikap tegas pemerintah daerah terhadap praktik jual beli jabatan yang belakangan kembali menjadi sorotan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel perdana ASN pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah di Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (25/03).
Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa tidak ada satu pun pihak yang diberi kewenangan oleh pemerintah daerah untuk mengurus atau menawarkan jabatan dengan imbalan tertentu, termasuk posisi strategis seperti kepala sekolah.
“Tidak ada yang diutus. Jika ada pihak yang menjanjikan jabatan atau meminta imbalan, itu dipastikan tidak benar. Jangan percaya, dan segera laporkan disertai identitas yang jelas,” tegas Zulfinasran di hadapan ASN.
Ia mengingatkan, praktik semacam itu tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak integritas birokrasi dan mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Lebih jauh, Zulfinasran meminta ASN untuk tidak takut melapor apabila menemukan indikasi praktik menyimpang. Ia memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius, termasuk pemberian sanksi tegas bagi pihak yang terlibat.
“Baik yang memberi maupun yang menerima, akan dikenakan konsekuensi maksimal. Tidak ada kompromi. Ini akan langsung saya sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sekda juga menyinggung adanya informasi yang beredar terkait oknum yang mencatut nama pejabat tertentu dengan menjanjikan jabatan kepala sekolah. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan meminta ASN agar tidak mudah terpengaruh.
“Sudah ada laporan yang beredar, bahkan mencatut nama jabatan tertentu. Itu hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menjadi isu liar yang meresahkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Zulfinasran kembali mengingatkan pentingnya seluruh ASN berpegang pada Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dalam setiap proses kepegawaian, sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa mayoritas ASN di Parigi Moutong tetap menjunjung tinggi integritas dan bekerja sesuai aturan.
Menutup arahannya, di momen pasca Idulfitri, Sekda turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN atas segala kekhilafan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Atas nama pribadi, saya mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang kepegawaian, masih terdapat kekurangan. Mari kita kembali bekerja dengan semangat baru dan komitmen yang lebih kuat,” pungkasnya.
















