
Palu, Updatesulawesi.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (13/4/2026), berlangsung khidmat sekaligus sarat makna. Tidak sekadar seremoni, momentum ini menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah.
Sejumlah kepala daerah tampak hadir, di antaranya Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Ketua TP-PKK Hj. Hestiwati Nanga dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat antarwilayah dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih inklusif.
Dalam amanatnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar laporan tahunan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat—untuk bergerak bersama mengatasi persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan utama.
Mengawali sambutannya, Anwar menyapa para guru, pelajar, dan tenaga kesehatan dari 12 kabupaten dan satu kota. Ia mengibaratkan Sulawesi Tengah sebagai “ibu” yang memanggil seluruh anaknya untuk kembali bersatu dan peduli terhadap sesama.
“Hari ini bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bagi kita semua untuk hadir dan berkontribusi dalam membahagiakan masyarakat, terutama mereka yang masih membutuhkan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Gubernur juga memaparkan sejumlah data yang menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah masih tingginya jumlah rumah tidak layak huni yang mencapai sekitar 83 ribu unit. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah provinsi mendorong sejumlah program prioritas, di antaranya:
- Program “Berani Cerdas”, yang difokuskan pada perluasan akses pendidikan bagi puluhan ribu anak yang masih terkendala.
- Layanan kesehatan gratis, guna memastikan seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, memperoleh pelayanan medis tanpa hambatan biaya.
Anwar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan pola kerja parsial dan mulai membangun sinergi nyata demi percepatan penanggulangan kemiskinan.
“Tidak bisa lagi kita bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan gerakan bersama, gotong royong, dan kepedulian nyata untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Suasana haru turut mewarnai acara saat Gubernur memberikan penghormatan kepada dua mantan Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju dan Rusdy Mastura, yang hadir dalam upacara tersebut. Keduanya disebut sebagai tokoh penting yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.
“Kita patut menghargai dan melanjutkan perjuangan beliau-beliau yang telah membangun Sulawesi Tengah hingga seperti sekarang,” ucap Anwar.
Di akhir sambutannya, Gubernur kembali menegaskan pesan persatuan sebagai kunci utama kemajuan daerah.
“Mari kita bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama membantu masyarakat yang belum beruntung. Kesejahteraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah kemudian ditutup dengan doa bersama dan syukuran di Rumah Jabatan Gubernur, dalam suasana penuh kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
















