
Palu, Updatesulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi meluncurkan Program Berani Berdering 2026 pada Senin (13/04) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses jaringan telekomunikasi dan internet, khususnya di wilayah yang selama ini masih mengalami blankspot.
Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi digital yang merata dan inklusif.
Tidak hanya bersifat seremoni, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan petunjuk teknis kepada desa-desa penerima manfaat di sejumlah kabupaten, seperti Parigi Moutong, Donggala, dan Sigi. Langkah ini bertujuan agar implementasi program dapat berjalan terarah dan tepat sasaran.
Di Kabupaten Parigi Moutong, beberapa desa yang menjadi prioritas antara lain Desa Matolele, Kayu Jati, Lobu Mandiri, hingga Bolano Utara. Selama ini, wilayah-wilayah tersebut menghadapi keterbatasan akses komunikasi yang berdampak pada pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Persatuan Utara, Kecamatan Ongka Malino, Andi Rusdiyanto, menyambut baik program tersebut. Ia menilai kehadiran jaringan internet merupakan kebutuhan mendasar di era digital saat ini.
“Selama ini kami kesulitan mendapatkan akses jaringan, baik internet maupun telepon. Padahal banyak layanan pemerintahan sudah berbasis online. Program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan akses digital tidak hanya berdampak pada pelayanan administrasi desa, tetapi juga menghambat masyarakat dalam memperoleh informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi.
Secara edukatif, kehadiran jaringan internet di desa memiliki berbagai manfaat penting, di antaranya:
- Meningkatkan kualitas pendidikan, melalui akses ke sumber belajar digital dan pembelajaran jarak jauh.
- Mempercepat pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan dan layanan pemerintahan berbasis online.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi desa, dengan membuka peluang usaha berbasis digital, seperti pemasaran produk lokal secara daring.
- Memperluas akses informasi, termasuk informasi kesehatan, pertanian, dan peluang kerja.
Terkait pelaksanaan teknis, pemerintah desa masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi. Namun, dukungan anggaran telah mulai disiapkan melalui APBDes sebagai bentuk komitmen dalam menyukseskan program tersebut.
“Kami sudah menyiapkan anggaran sesuai perencanaan. Tinggal menunggu petunjuk teknis agar pelaksanaannya bisa maksimal,” jelasnya.
Ke depan, masyarakat berharap jaringan yang dibangun tidak hanya terpusat di area tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh dusun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa Program Berani Berdering 2026 merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital sebagai fondasi pembangunan daerah. Dengan konektivitas yang merata, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan digital antarwilayah.
Program ini menjadi simbol bahwa Sulawesi Tengah terus bergerak menuju daerah yang terhubung tanpa batas, di mana seluruh masyarakat, termasuk di pelosok desa, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di era digital.
















