banner 728x250

Ariesto : Pramuka Ekstrakurikuler Wajib di Sekolah

Upacara penutupan Kemah penggalang tahun 2025 Kwaran Parigi. Minggu, (14/12).Foto Humas Kwarcab

Parimo,Updatesulawesi.id — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, secara resmi menutup kegiatan Kemah Penggalang tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kwartir Ranting (Kwaran) Parigi.

Kegiatan perkemahan tersebut diikuti oleh 18 SD dan 6 SMP se-Kecamatan Parigi dan berlangsung selama tiga hari.

banner 728x90

Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda kepramukaan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai kebersamaan.

Baca berita lainnya :  Wabup Parimo Genjot Bantuan Emergency Banjir di Balinggi Jati

Dalam sambutannya, Ariesto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai kemah penggalang menjadi momentum penting dalam proses pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

“Perkemahan ini bukan hanya ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, kemandirian, serta rasa tanggung jawab peserta didik,” ujar Ariesto.Minggu,(14/12)

Ia menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki landasan kuat dalam sistem pendidikan nasional.

Baca berita lainnya :  Cara Unik Pemuda Toboli Barat Rayakan HUT ke-80 RI

Hal itu sejalan dengan Permendikbuddasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menetapkan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolah.

“Pramuka merupakan wadah strategis dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib,” katanya.

Menurut Ariesto, melalui kegiatan kemah, peserta didik tidak hanya diasah kemampuan fisik dan mental, tetapi juga ditanamkan nilai kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parimo Klarifikasi Isu Penyerahan SK PPPK Hanya 17 Orang

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin di tingkat kwaran maupun gugus depan, dengan dukungan aktif dari sekolah dan pemerintah daerah.

“Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tutup Ariesto.

Total Views: 95

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!