banner 728x250

Jelang Nataru, Pasokan Cabai Nasional Aman dan Harga Relatif Stabil

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau bantua sembako.Kamis,(18/12).Foto Humas Kementan

Jakarta,Updatesulawesi.id — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan cabai nasional dipastikan berada dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil.

Stabilitas tersebut dirasakan langsung para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, yang menilai langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi pangan.

banner 728x90

Salah seorang pedagang cabai di PIKJ, Guntur, mengapresiasi upaya Kementan yang turun langsung membantu petani, khususnya di wilayah Aceh yang terdampak bencana.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya melindungi petani dari kerugian, tetapi juga memberikan kepastian pasokan bagi pasar induk sebagai pusat distribusi cabai nasional.

“Alhamdulillah sudah ada gerak cepat dari Kementerian Pertanian untuk menolong teman-teman dan saudara-saudara kita yang terkena bencana di Aceh,” ujar Guntur, Kamis (18/12).

Baca berita lainnya :  Bupati Tapanuli Selatan Apresiasi Kementan atas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Ia menjelaskan bahwa para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati terus melakukan koordinasi untuk memastikan pendistribusian cabai berjalan lancar, sehingga harga tetap kondusif dan tidak memicu gejolak pasar.

“Kami berkoordinasi dengan teman-teman di Pasar Induk Kramat Jati untuk bergerak cepat terkait pendistribusian, supaya pasar tetap kondusif, harga stabil, dan tidak ada gejolak,” jelasnya.

Guntur optimistis harga cabai akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Pasokan, kata dia, tidak hanya bergantung pada satu daerah produksi, tetapi berasal dari berbagai sentra pertanian di Indonesia.

“Untuk menghadapi Nataru, kemungkinan besar harga cabai masih tetap terkontrol dan aman sampai akhir tahun,” katanya.

Baca berita lainnya :  Sumur Kering, Sungai Tercemar: DPRD Soroti Dampak Parah Tambang Emas Buranga

Ia menambahkan, saat ini produksi cabai dari sejumlah daerah utama mulai melimpah. Pasokan datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta ditopang oleh distribusi dari Sulawesi Selatan dan Aceh.

“Panenan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mulai banyak. Ditambah pasokan dari Sulawesi Selatan dan Aceh, jadi insyaallah sampai Nataru harga tetap aman,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah konkret dengan menyerap langsung hasil panen petani cabai di Aceh.

Sebanyak 40 ton cabai dari sentra produksi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dibeli untuk menjaga harga di tingkat petani dan memastikan kelancaran pasokan nasional.

Dari jumlah tersebut, 15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca berita lainnya :  Bahaya Potensi Sesar Lokal Teluk Tomini, BPBD Parimo dan Akademisi Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Dalam proses distribusi, Kementan berkoordinasi dengan para pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati.

Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan distribusi tersebut dirancang agar seluruh mata rantai pangan berjalan seimbang.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada yang berteriak salah satunya,” tegasnya.

Melalui langkah strategis ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga cabai menjelang Nataru, memastikan hasil panen petani terserap pasar, serta memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk di tengah kondisi darurat dan pascabencana.

Total Views: 47

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!