
Parimo, Updatesulawesi.id— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong merilis data Status Keadaan Darurat dan Kejadian Bencana sepanjang tahun 2025 sebagai bahan evaluasi sekaligus penguatan kesiapsiagaan bencana di daerah, Rabu (31/12).
Berdasarkan data BPBD yang divisualisasikan melalui infografik resmi, sepanjang 2025 Kabupaten Parigi Moutong menghadapi beragam bencana alam, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi yang dirasakan, hingga dampak cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Selain bencana hidrometeorologi, BPBD juga menetapkan Status Siaga Darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria yang berlaku sejak 12 September 2025, sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kasus malaria di wilayah tersebut.
Sebaran Kejadian Bencana di Sejumlah KecamatanDalam infografik BPBD, tercatat beberapa kecamatan yang mengalami kejadian bencana sepanjang tahun, di antaranya Kecamatan Moutong, Taopa, Bolano, Bolano Lambunu, Ongka Malino, Tomini, Palasa, Siniu, Parigi Tengah, Balinggi, hingga Sausu.
Jenis bencana yang mendominasi adalah banjir dan tanah longsor, dengan waktu kejadian yang tersebar sejak Maret hingga September 2025.
BPBD mencatat terdapat 1 kali penetapan status siaga darurat dan 8 kali status tanggap darurat sepanjang tahun 2025.
Data tersebut dihimpun dan dikelola melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai menyampaikan bahwa rilis data tahunan ini menjadi acuan penting dalam peningkatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan pelayanan kebencanaan di daerah.
“Rilis data ini penting untuk memastikan langkah penanganan yang lebih cepat dan terarah, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menegaskan, BPBD berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Parigi Moutong.








