
Parimo,Updatesulawesi.id – Kepolisian Resor Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Parigi Moutong, Kompol Henry Burhanuddin, yang mewakili Kapolres Parigi Moutong pada kegiatan Zoom Meeting Panen Raya Serentak Nasional, Kamis (15/01).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 Wita itu dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Olaya Parigi dan diikuti secara serentak oleh berbagai daerah di Indonesia. Program Panen Raya Serentak Nasional merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan pembinaan produktif dan kolaborasi lintas sektor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Olaya Parigi Fentje, S.Pd., Wakapolsek Parigi Iptu I Dewa Eka Winaya, serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Parigi Moutong. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan soliditas dan sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang pangan.
Wakapolres Parigi Moutong Kompol Henry Burhanuddin menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan, termasuk yang dilaksanakan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Polri siap bersinergi dengan Lapas dan Forkopimda agar program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kompol Henry.
Ia juga menilai keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian produktif sebagai langkah positif dalam proses pembinaan.
“Program ini tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membentuk kemandirian, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial warga binaan. Bekal keterampilan seperti ini sangat bermanfaat ketika mereka kembali dan berbaur di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui Panen Raya Serentak Nasional tersebut, diharapkan kolaborasi antara Polri, Lapas, dan Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong semakin solid dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, sekaligus mendukung pembinaan pemasyarakatan yang produktif dan humanis.






