banner 728x250

Pelantikan Kadin Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Paparkan Strategi Penguatan UMKM

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. (Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong Periode 2026–2031, yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (24/01).

Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendorong lahirnya ribuan pengusaha baru, dengan melibatkan Kadin sebagai mitra strategis.

banner 728x90

“Kita coba dulu seribu pengusaha baru. Silakan Kadin ambil peran. Kalau berhasil, kita lanjutkan dan perbesar. Saya yakin Kadin Parigi Moutong di bawah kepemimpinan saat ini sangat siap,” ujar Anwar Hafid.

Baca berita lainnya :  Gubernur Sulteng Paparkan Rencana Industri Nikel Ramah Lingkungan di Siniu

Namun, Gubernur menekankan bahwa untuk mewujudkan target tersebut, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi agar setiap program benar-benar berdampak dan berkelanjutan.

Pertama, data yang valid dan akurat. Menurutnya, perencanaan dan program apa pun tidak akan berhasil tanpa basis data yang jelas. Ia bahkan telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten untuk melakukan verifikasi ulang data, termasuk data kemiskinan dan UMKM.

“Percuma kita bikin program kalau datanya tidak benar. Saya sudah cek, di beberapa daerah ada penerima bantuan yang secara ekonomi sebenarnya mampu. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar data UMKM diklasifikasikan secara jelas, mulai dari usaha mikro hingga menengah, sehingga bantuan dan pendampingan bisa tepat sasaran.

Baca berita lainnya :  Sofiana Pandean Paparkan Progres Koperasi Merah Putih di Parigi Moutong

Kedua, percepatan digitalisasi. Anwar Hafid menegaskan bahwa era manual sudah tidak relevan, baik dalam pemerintahan maupun dunia usaha. Digitalisasi UMKM menjadi keharusan agar pelaku usaha mampu bersaing dan memasarkan produknya secara luas.

Ia menyebutkan, Pemprov Sulawesi Tengah tengah menjalankan program Berani Berdering, yakni pembebasan desa dari isolasi internet. Tahun 2026 ini, sebanyak 165 desa ditargetkan keluar dari wilayah blank spot melalui kerja sama dengan Telkomsat.

“UMKM di desa yang tidak punya sinyal itu kasihan, mau jual produk ke mana? Karena itu, digitalisasi harus sejalan dengan penguatan infrastruktur internet,” ujarnya.

Baca berita lainnya :  Tertibkan PETI, Gubernur Batasi IPR Satu Alat dan Maksimal 10 Hektare

Ketiga, profesionalisme. Gubernur menekankan bahwa bantuan pemerintah harus diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar mau bekerja dan berkembang.

“Tidak ada gunanya bantu orang yang tidak mau dibantu. Ada UMKM dikasih satu juta bisa berputar, tapi ada juga dikasih sepuluh juta habis tanpa hasil. Ini soal profesionalisme,” katanya.

Ia berharap Kadin Parigi Moutong mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, sehingga visi besar pemberdayaan ekonomi dari rumah ke rumah dapat terwujud.

“Kalau tiga syarat ini kita jalankan—data yang valid, digitalisasi, dan profesionalisme—saya yakin cita-cita membangun ekonomi dari rumah, dari desa, akan tercapai,” tutup Gubernur.

Total Views: 24
Penulis: NurfitaEditor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!