banner 728x250

Panen Raya Jagung di Lobu Mandiri, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

(Foto: Ist)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Sabtu (31/1/2026).

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, yang mewakili Bupati Parigi Moutong, menyampaikan bahwa panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pemerintah Desa Lobu Mandiri dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

banner 728x90

Menurutnya, panen raya jagung tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan merupakan simbol kerja keras para petani yang didukung oleh pendampingan penyuluh serta perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat.

Baca berita lainnya :  Rapat di Bappelitbangda, Sekda Dukung 100 Hari Bupati Parimo

“Jagung tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomi yang tinggi. Karena itu, pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, kemudahan akses benih dan pupuk, pendampingan teknologi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani,” ujar Abdul Sahid.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pemerintah Desa Lobu Mandiri, para penyuluh, serta seluruh petani atas sinergi yang telah terbangun sehingga kegiatan panen raya dapat terlaksana dengan baik. Diharapkan, hasil panen ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Baca berita lainnya :  Disdikbud Parimo Sosialisasikan SPMB Tahun 2025/2026

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa dan lembaga desa, khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dalam mendukung sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa BUMDes tidak boleh hanya sebatas papan nama, melainkan harus terlibat langsung dalam aktivitas pertanian, mulai dari proses produksi, penyimpanan hasil panen, hingga distribusi ke pasar.

“BUMDes harus mampu menampung, mengelola, dan menyimpan cadangan pangan desa agar memiliki nilai tambah serta melindungi petani dari permainan harga. Jika BUMDes bergerak, petani terlindungi. Jika petani terlindungi, desa sejahtera, dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Sahid mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari kepala OPD, camat, kepala desa, penyuluh, hingga pendamping desa, agar tidak membiarkan petani berjalan sendiri. Pemerintah diminta hadir secara berkelanjutan dan konsisten, tidak hanya pada saat panen raya.

Baca berita lainnya :  “Kalau Ada yang Berani, Saya Dua Kali Berani” – Gubernur Sulteng Dukung Kadin Parigi Moutong

Ia juga menyemangati para petani untuk terus meningkatkan produksi, seraya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki tata niaga serta memperkuat kelembagaan desa agar hasil pertanian benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, kerja sama seperti ini harus terus ditingkatkan, tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga pada komoditas pangan lainnya, sehingga Parigi Moutong semakin kuat sebagai daerah yang mandiri dan berdaulat pangan,” pungkasnya.

Total Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!