banner 728x250

Geger! Remaja 17 Tahun di Desa Siniu Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

(Foto: Istimewa)

Parimo, Updatesulawesi.id – Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja perempuan berinisial KA (17) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumah orang tuanya, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong. Korban ditemukan dengan seutas tali nilon hitam melilit leher dan terikat pada balok rangka rumah.

banner 728x90

Informasi yang dihimpun, dugaan peristiwa bunuh diri dilaporkan warga sekitar pukul 08.00 Wita.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Ampibabo bersama unit Reskrim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 07.00 Wita ibu korban, YD (42), sempat meminta korban menanak nasi sebelum berangkat menjual ikan di lapaknya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah.

Baca berita lainnya :  Kejari Bidik Beberapa Oknum Kades di Parimo

Namun sekitar pukul 07.45 Wita, nenek korban yang melintas di rumah tersebut mencium bau hangus dari dapur dan menemukan kompor masih menyala.

Setelah mematikan kompor, nenek korban menyampaikan kepada ibu korban bahwa nasi hangus dan korban tidak terlihat di rumah. Ibu korban yang panik segera pulang dan memeriksa kamar anaknya.

Saat itulah korban ditemukan sudah tergantung di dalam kamar.Teriakan histeris ibu korban mengundang warga sekitar berdatangan.

Seorang nelayan berinisial PL (55) kemudian memotong tali menggunakan pisau. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Siniu untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca berita lainnya :  Gubernur Sulteng Usul FTT Digelar Bertepatan Musim Durian: Momentum Ekonomi Harus Terus Diciptakan

Polisi yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.05 Wita langsung mengamankan area, mengumpulkan barang bukti berupa tali nilon, serta memeriksa sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolsek Ampibabo, IPTU Safrin H. Abdullah, menegaskan pihaknya telah menjalankan prosedur penanganan perkara sesuai ketentuan.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju TKP untuk pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan para saksi,” ujar Safrin.

Ia mengungkapkan, kepolisian sempat menyarankan pelaksanaan visum maupun otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun pihak keluarga menolak dan telah menandatangani berita acara penolakan secara tertulis.

“Kami menghormati keputusan keluarga. Meski begitu, penyelidikan tetap berjalan secara profesional guna memastikan tidak ada unsur pidana lain,” jelasnya.

Baca berita lainnya :  Buntut Kasus Jaksa Tapsel Jovi Andrea, DPR Panggil Jamwas Kejagung

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Jika ada informasi tambahan, segera sampaikan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Polisi turut mengintensifkan peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis remaja serta penguatan komunikasi dalam keluarga guna mencegah tragedi serupa terulang.

Total Views: 91
Editor: Gifar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!