
Parimo,Updatesulawesi.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong terasa semakin istimewa. Untuk pertama kalinya, daerah ini menjadi tuan rumah ajang bergengsi Grand Final Duta Promosi Investasi Sulawesi Tengah 2026 yang digelar di Auditorium Kantor Bupati, Jumat malam (10/04).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah ini bukan sekadar ajang pemilihan duta, tetapi menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor, baik nasional maupun global.
Dalam kompetisi tersebut, Moh. Abid T. Akase dari Tolitoli dan Zaskia Felisha dari Morowali berhasil meraih gelar Juara I kategori pria dan wanita, mengungguli puluhan finalis dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kepada Parigi Moutong sebagai tuan rumah perdana. Ia menyebut momentum ini sebagai “kado istimewa” di usia ke-24 daerahnya.
“Tema ‘Dari Desa Membangun Daerah Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan’ sangat selaras dengan semangat promosi investasi. Ini menjadi langkah nyata memperkenalkan potensi desa ke tingkat global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan arah pembangunan ekonomi daerah kini berfokus pada hilirisasi industri berbasis potensi lokal. Komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, padi, dan jagung tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diarahkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Kita ingin petani dan nelayan menikmati hasil lebih besar. Kakao bisa menjadi cokelat premium, kelapa menjadi produk turunan seperti kosmetik, dan hasil pertanian lainnya diolah menjadi produk industri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sulawesi Tengah, Moh. Rifani Pakamundi, mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah saat ini berada di posisi strategis dalam peta investasi nasional, bahkan masuk lima besar daerah tujuan investasi dan unggul dalam sektor hilirisasi.
Menurutnya, kehadiran Duta Promosi Investasi menjadi langkah inovatif untuk melibatkan generasi muda sebagai jembatan informasi antara potensi daerah dan investor.
“Mereka adalah wajah baru promosi daerah. Tidak hanya mampu berkomunikasi dengan baik, tetapi juga memahami potensi unggulan seperti durian, pariwisata, dan sektor lainnya yang siap ditawarkan ke pasar global,” terangnya.
Sebanyak 34 finalis dari seluruh Sulawesi Tengah turut ambil bagian dalam ajang ini. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif mempromosikan peluang investasi secara kreatif, inovatif, dan berbasis data.
Sebagai tuan rumah, Parigi Moutong menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari komoditas durian untuk pasar ekspor, kekayaan wisata bahari dan pegunungan, hingga konsep desa mandiri yang ramah investasi dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan tiga komitmen utama pembangunan daerah, yakni mendorong hilirisasi berbasis desa, memperkuat kemitraan strategis antara investor dan masyarakat, serta memastikan investasi berjalan dengan prinsip ramah lingkungan.
Ajang ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Sulawesi Tengah, khususnya Parigi Moutong, siap bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga mampu mengelolanya secara berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Mari jadikan momentum ini sebagai titik awal. Dari desa, kita bangun kekuatan ekonomi dan kita gaungkan potensi daerah ke dunia,” tutup Bupati, disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
















