Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AgamaPmerintah Daerah

Bupati Parigi Moutong Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Perkuat Pesan Toleransi dan Nilai Kebajikan

×

Bupati Parigi Moutong Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Perkuat Pesan Toleransi dan Nilai Kebajikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menghadiri kegiatan Dharma Santi dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. (Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menghadiri kegiatan Dharma Santi dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Parigi Moutong ini berlangsung di Aula Yayasan Pendidikan Saraswati Tolai, Jumat (17/4/2026).

Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan DPRD kabupaten, Kementerian Agama, jajaran OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sarana edukatif untuk memperkuat nilai introspeksi diri, pengendalian emosi, serta peningkatan kualitas spiritual. Nilai-nilai ini dinilai relevan dalam kehidupan sosial yang majemuk.

Baca berita lainnya :  Dari Desa ke Dunia: Parigi Moutong Jadi Tuan Rumah Perdana Grand Final Duta Promosi Investasi Sulteng 2026

“Nyepi mengajarkan kita pentingnya refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu. Nilai ini tidak hanya penting bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi pelajaran universal dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujarnya.

Bupati juga menilai kegiatan Dharma Santi sebagai ruang mempererat hubungan sosial lintas agama. Melalui interaksi yang penuh kebersamaan, masyarakat dapat memperkuat sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Baca berita lainnya :  Sambut Ramadan 1447 H, Pemda Parigi Moutong Perkuat Silaturahmi Lewat Doa Bersama

Mengangkat tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”, kegiatan ini mengandung pesan bahwa seluruh umat manusia adalah bagian dari satu keluarga besar. Prinsip ini mendorong masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan sosial, bukan sumber perpecahan.

Selain itu, pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap rencana kegiatan keagamaan berskala provinsi, termasuk program Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG). Kegiatan semacam ini dinilai tidak hanya berdampak pada pembinaan umat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui kunjungan peserta dari berbagai daerah.

Bupati juga mendukung rencana penyelenggaraan festival ogoh-ogoh sebagai agenda budaya tahunan. Selain menjadi bagian dari tradisi keagamaan, festival ini berpotensi menjadi media edukasi budaya dan ruang kreativitas bagi generasi muda.

Baca berita lainnya :  Durian “Volcano” Sulawesi Tengah Tembus Pasar Tiongkok, Parigi Moutong Siap Jadi Sentra Produksi

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan toleransi sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial penting dalam menciptakan daerah yang aman, damai, dan sejahtera.

Kegiatan Dharma Santi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga harmoni kehidupan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 46
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *