Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pmerintah Daerah

Durian “Volcano” Sulawesi Tengah Tembus Pasar Tiongkok, Parigi Moutong Siap Jadi Sentra Produksi

×

Durian “Volcano” Sulawesi Tengah Tembus Pasar Tiongkok, Parigi Moutong Siap Jadi Sentra Produksi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Diskominfo Parimo)

Parimo, Updatesulawesi.id – Komoditas durian asal Sulawesi Tengah kembali mencatatkan capaian penting di pasar internasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi melepas ekspor durian beku sebanyak 459 ton dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di fasilitas PT. Docu Food Indonesia, Kelurahan Baiya, Kota Palu, Kamis (16/4).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tonggak ekspor komoditas unggulan daerah, tetapi juga menandai peluncuran branding global “Volcano Durian Indonesia” sebagai identitas durian Sulawesi Tengah di pasar dunia.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa potensi ekonomi Sulawesi Tengah tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga sangat kuat di sektor pertanian dan perikanan.

“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai penyangga pangan nasional. Kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat pada daerahnya, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hilirisasi produk pertanian yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Menurutnya, ekspor durian beku ini menjadi bukti bahwa produk pertanian dari daerah, khususnya Parigi Moutong, memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Durian Parigi Moutong kini memiliki identitas kuat melalui brand ‘Volcano Durian Indonesia’ dan telah menembus pasar internasional,” ungkapnya.

Baca berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Temui Menteri Transmigrasi, Dorong Penguatan Kawasan Bahari Tomini Raya

Ia menambahkan, keberhasilan ekspor ini harus diikuti dengan upaya penguatan di sektor hulu hingga hilir, termasuk peningkatan kualitas produksi, pendampingan petani, serta pengembangan industri pengolahan.

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada ekspor bahan mentah. Hilirisasi adalah kunci agar nilai ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani. Pemerintah daerah siap memperkuat peran Parigi Moutong sebagai sentra produksi durian di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Secara edukatif, hilirisasi yang dimaksud mencakup proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, seperti durian beku, olahan makanan, hingga produk turunan lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, perwakilan Kementerian Transmigrasi, Kepala Badan Karantina Indonesia, anggota DPR RI Komisi IV Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, para kepala daerah, serta pelaku usaha dan asosiasi durian.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, ekspor durian ini diharapkan menjadi momentum penguatan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Durian “Volcano” Sulawesi Tengah Tembus Pasar Tiongkok, Parigi Moutong Siap Jadi Sentra Produksi

Baca berita lainnya :  Tak Hanya Urus Umat, Pendeta di Parigi Moutong Diminta Ikut Lawan Karhutla

Palu, 16 April 2026 — Komoditas durian asal Sulawesi Tengah kembali mencatatkan capaian penting di pasar internasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi melepas ekspor durian beku sebanyak 459 ton dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di fasilitas PT. Docu Food Indonesia, Kelurahan Baiya, Kota Palu, Kamis (16/4).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tonggak ekspor komoditas unggulan daerah, tetapi juga menandai peluncuran branding global “Volcano Durian Indonesia” sebagai identitas durian Sulawesi Tengah di pasar dunia.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa potensi ekonomi Sulawesi Tengah tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga sangat kuat di sektor pertanian dan perikanan.

“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai penyangga pangan nasional. Kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat pada daerahnya, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hilirisasi produk pertanian yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Menurutnya, ekspor durian beku ini menjadi bukti bahwa produk pertanian dari daerah, khususnya Parigi Moutong, memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.

Baca berita lainnya :  100 Paket Sembako Disalurkan, Pemkab Janjikan Bantuan Tambahan Sebelum Lebaran

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Durian Parigi Moutong kini memiliki identitas kuat melalui brand ‘Volcano Durian Indonesia’ dan telah menembus pasar internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ekspor ini harus diikuti dengan upaya penguatan di sektor hulu hingga hilir, termasuk peningkatan kualitas produksi, pendampingan petani, serta pengembangan industri pengolahan.

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada ekspor bahan mentah. Hilirisasi adalah kunci agar nilai ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani. Pemerintah daerah siap memperkuat peran Parigi Moutong sebagai sentra produksi durian di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Secara edukatif, hilirisasi yang dimaksud mencakup proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, seperti durian beku, olahan makanan, hingga produk turunan lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, perwakilan Kementerian Transmigrasi, Kepala Badan Karantina Indonesia, anggota DPR RI Komisi IV Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, para kepala daerah, serta pelaku usaha dan asosiasi durian.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, ekspor durian ini diharapkan menjadi momentum penguatan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Total Views: 51
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *