Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPeristiwa

Berangkat Melaut, Tak Pulang: Nelayan Bantaya Ditemukan Meninggal Dunia

×

Berangkat Melaut, Tak Pulang: Nelayan Bantaya Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Evakuasi Korban yang bernama Sahril Amat (61), warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi. (Foto: Pusdalops BPBD)

Parimo, Updatesulawesi.id — Peristiwa kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Seorang nelayan dilaporkan hilang saat melaut dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kejadian tersebut bermula pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Korban diketahui pergi melaut di perairan Teluk Tomini, dengan lokasi yang berjarak kurang lebih dua jam perjalanan dari daratan.

Baca berita lainnya :  Serius Garap Ekonomi Biru, Parigi Moutong Matangkan Program Blue Coast

Korban yang bernama Sahril Amat (61), warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, seharusnya telah kembali ke darat pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA.

Namun hingga waktu berlalu, korban tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi, sehingga memicu kekhawatiran pihak keluarga dan masyarakat.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit rematik, yang diduga dapat memengaruhi kondisi fisiknya saat berada di laut.

Baca berita lainnya :  Tekan Risiko Bencana, Penanaman Mangrove Jadi Solusi Berkelanjutan Wilayah Pesisir

Laporan kejadian ini diterima oleh BPBD pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 08.20 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Parigi, BPBD Parigi Moutong, aparat kepolisian, PSC Dinas Kesehatan, serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian.

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melaut serta memastikan adanya komunikasi dan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Baca berita lainnya :  Munir Said Thalib: 14 Tahun Misteri Kematian yang Belum Terungkap

Selain itu, keluarga juga diimbau untuk segera melaporkan apabila terdapat anggota yang tidak kembali sesuai waktu yang diperkirakan, guna mempercepat proses pencarian dan penanganan.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa keselamatan di laut merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Total Views: 86
Example 728x90
Editor: Bintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *