
Parimo, Updatesulawesi.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali. Dengan waktu persiapan tersisa sekitar tiga bulan, KONI memastikan tidak seluruh cabor dan atlet akan diberangkatkan secara otomatis.
Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja, mengatakan hasil pendataan dan evaluasi yang dilakukan Tim Sembilan akan menjadi dasar dalam menentukan cabor serta atlet yang diprioritaskan mengikuti Porprov.
Setelah evaluasi selesai, pembinaan dan persiapan atlet akan dikembalikan kepada masing-masing cabor. KONI selanjutnya akan menentukan langkah persiapan lanjutan menjelang keberangkatan kontingen.
“Setelah ada hasil dari Tim Sembilan, kita kembali ke cabor masing-masing. Setelah itu baru mungkin ada persiapan TCR atau apa untuk menghadapi Porprov,” ujar Faisan saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, pelaksanaan Porprov di Morowali diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari. Karena itu, kesiapan atlet menjadi salah satu pertimbangan penting, terlebih KONI harus menyesuaikan persiapan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Faisan menyebut Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengalokasikan anggaran untuk persiapan Porprov melalui anggaran murni. Namun, besaran anggaran tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan seluruh cabor.
“Walaupun tidak seperti yang teman-teman dari cabor harapkan, tetapi tentunya kami selektif untuk membawa atlet,” katanya.
Faisan mengatakan, waktu sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov akan dimanfaatkan untuk mematangkan hasil evaluasi. Hingga kini, KONI belum menetapkan secara final cabor mana saja yang akan menjadi prioritas.
Ia menyebut laporan awal hasil monitoring dan evaluasi (monev) Tim Sembilan sudah tersedia, tetapi masih perlu dikaji dan dikoreksi sebelum menjadi dasar penentuan kontingen.
“Laporan kasarnya ada di Monev, tapi saya bilang perlu lebih dikoreksi lagi. Betul-betul cabor yang (siap), karena masih ada tiga bulan waktu,” ujarnya.
Menurut Faisan, keputusan akhir mengenai cabor dan atlet yang akan diberangkatkan akan dilakukan setelah proses evaluasi Tim Sembilan rampung.
Meski belum menetapkan daftar final cabor yang akan diberangkatkan, Faisan menyebut sejumlah cabang olahraga yang selama ini dinilai memiliki potensi prestasi.
Salah satunya atletik. Menurut Faisan, atlet-atlet Parigi Moutong dari cabang tersebut telah beberapa kali tampil di tingkat nasional.
“Atletik yang paling utama. Sudah sering ke kancah nasional,” katanya.
Selain atletik, cabang taekwondo juga disebut masuk dalam perhatian KONI. Faisan mengatakan terdapat sejumlah atlet taekwondo asal Parigi Moutong yang sedang menempuh pendidikan di Makassar dan telah mengikuti berbagai ajang besar.
Cabang bola voli juga menjadi salah satu cabor yang tengah dipersiapkan. Faisan mengatakan persiapan tim voli terus berjalan, sementara dirinya juga menjabat sebagai ketua cabor tersebut.
“Jadi ada beberapa cabor prioritas. Nanti kita lihat hasil Monev Tim Sembilan,” ujarnya.
KONI Parigi Moutong masih akan melakukan evaluasi sebelum menetapkan komposisi akhir kontingen. Faisan menyebut Tim Sembilan yang diketuai Mewardi menjadi pihak yang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan masing-masing cabor.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, KONI memilih memusatkan perhatian pada atlet dan cabor yang dinilai memiliki kesiapan serta peluang memberikan prestasi bagi Parigi Moutong di Porprov 2026.
















