Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi MoutongPendidikan

99 Persen Siap, Paskibraka Parimo Fokus Jaga Fisik Jelang Upacara HUT RI

×

99 Persen Siap, Paskibraka Parimo Fokus Jaga Fisik Jelang Upacara HUT RI

Sebarkan artikel ini
(Foto: Yunus)

Parimo, Updatesulawesi.id – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Parigi Moutong untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.

Memasuki H-7 pelaksanaan upacara, Minggu (9/8/2026), progres persiapan 40 calon Paskibraka dilaporkan telah mencapai sekitar 99 persen. Tahapan pembinaan kini memasuki fase akhir, dengan fokus pada pemantapan formasi, penyempurnaan teknis pengibaran dan penurunan bendera, serta menjaga kebugaran dan kesiapan mental peserta.

Sebanyak 40 calon Paskibraka yang terdiri atas 20 putra dan 20 putri tersebut berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Moutong.

Di tengah padatnya latihan, pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan baris-berbaris dan teknis upacara. Para calon Paskibraka juga mendapatkan penguatan karakter serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Materi tersebut disampaikan Devi dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tengah. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda agar memiliki pengetahuan dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.

Baca berita lainnya :  Bawaslu Parimo Undang KPU Atas Laporan Tim Paslon Nizar - Ardi

Sementara dari sisi teknis, latihan terus diarahkan untuk memantapkan komposisi Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45. Pemantapan juga dilakukan pada area tiang bendera, termasuk gerakan naik-turun tangga hingga tata cara membawa dan melipat Sang Merah Putih.

“Insya Allah sudah 99 persen, tinggal pemantapan. Kita terutama sekarang tinggal menjaga kesehatan untuk persiapan itu. Kalau persiapan lapangan insya Allah sudah matang, tinggal beberapa hal yang kita poles,” ujar salah seorang pembina Paskibraka.

Untuk mendukung kesiapan teknis, panitia juga akan mengganti tali bendera yang lama dengan tali baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan akhir untuk memastikan seluruh perlengkapan upacara berada dalam kondisi siap digunakan.

Memasuki pekan terakhir, para calon Paskibraka masih akan menjalani latihan, termasuk sesi sore hingga malam hari. Latihan tersebut diarahkan sebagai pemantapan terakhir sebelum memasuki tahapan gladi.

Baca berita lainnya :  DPRD Parimo Proses Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Legislator Fraksi Golkar

Gladi kotor dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, sedangkan gladi bersih akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.

Di tengah intensitas latihan yang semakin tinggi, para calon Paskibraka juga diingatkan agar tidak mengabaikan kesehatan. Istirahat yang cukup, pola makan teratur, serta kemampuan mengatur waktu menjadi bagian penting agar kondisi fisik dan mental tetap prima saat menjalankan tugas.

Pembina meminta para peserta mampu membedakan waktu untuk serius berlatih dan waktu untuk beristirahat maupun bersantai.

“Mereka sudah harus kuat, sudah harus belajar optimis, jaga kesehatan. Waktu tidur, disuruh tidur harus tidur. Di waktu makan, ya makan. Di waktu bermain, gunakan waktu itu bermain, bergembira ria dan tanpa memikirkan bagaimana beban tugas mereka dalam mengibarkan dan menurunkan bendera. Jadi tetap enjoy, tapi di waktu serius tetap serius,” pesannya.

Baca berita lainnya :  PPPK Tahap Satu Parimo Pertanyakan Kepastian Pembayaran Gaji

Menurutnya, keberhasilan Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh ketepatan gerakan saat upacara, tetapi juga oleh kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga kondisi diri selama menjalani seluruh proses pembinaan.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam tahapan tersebut. Doa dan dukungan orang tua diharapkan terus mengiringi para calon Paskibraka hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

“Insya Allah anak-anak, adik-adik yang dididikkan dalam keadaan sehat semua di sini. Kita hanya mohon doa, doa restunya dalam pengibaran dan penurunan. Insya Allah kita bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang telah mencapai 99 persen, perhatian kini tertuju pada tahap akhir pemantapan. Bagi para calon Paskibraka, tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih bukan sekadar rangkaian gerakan dalam upacara, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan serta simbol persatuan bangsa.

Total Views: 23
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *