Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Abdul Sahid: Musrenbang Harus Hasilkan Program Tepat Sasaran, Bukan Seremonial

×

Abdul Sahid: Musrenbang Harus Hasilkan Program Tepat Sasaran, Bukan Seremonial

Sebarkan artikel ini

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. (Foto: Fita)

Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 dengan mengusung tema “Akselerasi Penguatan Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Bidang Pertanian yang Didukung Infrastruktur yang Merata.”

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyerap aspirasi, ide, serta masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya penyusunan program yang tepat sasaran agar keterbatasan anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien (30/03).

“Perencanaan ini harus mampu menjawab persoalan mendasar daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Berdasarkan data evaluasi, sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, meski masih membutuhkan perhatian serius. Angka kemiskinan tercatat menurun dari 14,2 persen pada 2024 menjadi 13,51 persen pada 2025, namun masih berada di atas rata-rata provinsi. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan pada 2027 melalui penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Baca berita lainnya :  Proyek Drainase Desa Sausu Peore Diduga Bermasalah, Kades Lalai Dapat di Pidana

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan dari 3,59 persen pada 2024 menjadi 3,92 persen di 2025, dengan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Parigi Moutong meningkat dari 69,48 pada 2024 menjadi 69,99 pada 2025. Pemerintah mendorong peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan hingga ke wilayah terpencil guna mendongkrak kualitas hidup masyarakat.

Penanganan stunting juga menunjukkan kemajuan, dengan penurunan dari 28,5 persen pada 2023 menjadi 22,3 persen pada 2024. Meski demikian, intervensi terarah tetap menjadi prioritas agar generasi masa depan tumbuh sehat dan kompetitif.

Dalam arah kebijakan pembangunan, Wabup Abdul Sahid menegaskan empat pilar utama pembangunan daerah periode 2025–2029, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi/ketenagakerjaan, serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Baca berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Jalin Silaturahmi Lebaran ke Sejumlah Pejabat Provinsi hingga Pusat

Pada sektor kesehatan, pemerintah berkomitmen memperluas layanan kesehatan gratis dan mobile untuk menjangkau wilayah terpencil. Di bidang pendidikan, berbagai program seperti sekolah gratis, beasiswa hingga penyediaan asrama mahasiswa terus diperkuat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Sementara di sektor ekonomi, pemerintah fokus membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi milenial, serta memperkuat sektor pertanian dan kelautan melalui penyaluran pupuk tepat waktu, asuransi bagi petani dan nelayan, serta dukungan sarana produksi. Pemberdayaan UMKM juga didorong melalui pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.

Adapun dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab Parigi Moutong menargetkan birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan responsif melalui peningkatan kapasitas aparatur serta penerapan pelayanan administrasi terpadu hingga tingkat kecamatan.

Lebih lanjut, Wabup menekankan lima prioritas pembangunan yang harus menjadi fokus dalam penyusunan program RKPD 2027, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penguatan ketahanan ekologi, serta reformasi tata kelola pemerintahan.

Baca berita lainnya :  Pelayanan RSUD Anuntaloko Dipertanyakan, DPRD Parigi Moutong Angkat Suara

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mengedepankan kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral dalam merumuskan program pembangunan.

“Musrenbang ini harus menghasilkan kesepakatan strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Sahid juga menyinggung pentingnya dukungan pemerintah provinsi dalam pembangunan infrastruktur, khususnya revitalisasi wajah Kota Parigi agar lebih representatif dan mampu menarik minat investor.

Menurutnya, Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai. Ia optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, daerah ini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.

Musrenbang RKPD 2027 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong.

Total Views: 67
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *