
Parimo,Updatesulawesi.id – Suasana penuh syukur dan kebersamaan menyelimuti Desa Tovalo, Kecamatan Kasimbar, saat masyarakat menggelar syukuran pasca panen, Jumat (01/05). Tradisi yang sarat makna ini tak sekadar menjadi ungkapan rasa terima kasih, tetapi juga momentum memperkuat peran sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan Lembaga Adat dalam Kegiatan Syukur Pasca Panen untuk Meningkatkan Produksi Petani” ini dihadiri oleh Wakil Bupati Parigi Moutong bersama Wakil Ketua TP-PKK, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Camat Kasimbar, para kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutan Bupati Parigi Moutong yang dibacakan dalam kesempatan tersebut, Erwin Burase menegaskan bahwa syukuran pasca panen merupakan wujud rasa syukur atas karunia alam yang melimpah, sekaligus pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan perkebunan.
“Ini adalah nikmat yang harus kita jaga bersama. Alam memberi kita kehidupan, dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk merawatnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tradisi syukuran seperti ini bukan hanya bagian dari budaya lokal, tetapi juga perekat sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat desa.
Di balik suasana syukur, tersimpan potensi besar yang kini mulai dilirik pasar internasional. Bupati mengungkapkan bahwa komoditas durian Parigi Moutong semakin dikenal hingga ke pasar luar negeri, termasuk China.
Dalam waktu dekat, bahkan direncanakan penerbangan langsung dari China ke Palu yang membawa ratusan wisatawan, dengan tujuan utama menikmati durian langsung di Parigi Moutong.
“Selama ini durian kita masuk ke China melalui Thailand. Tapi mereka tahu asalnya dari sini, dan sekarang ingin datang langsung merasakan dari sumbernya,” jelasnya.
Fenomena ini membuka peluang baru: bukan hanya ekspor, tetapi juga wisata berbasis komoditas unggulan (agrowisata) yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian dan perkebunan. Kehadiran perwakilan dari dinas teknis dalam kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan petani di lapangan.
“Kita ingin memastikan petani tidak berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir memberikan pendampingan dan solusi,” tegasnya.
Data menunjukkan, produksi pertanian Parigi Moutong masih berada pada tren positif. Bahkan, daerah ini secara konsisten mencatat surplus beras hingga sekitar 100 ribu ton per tahun.
Meski demikian, tantangan ke depan tidak ringan. Kebutuhan pasokan pangan nasional yang terus meningkat menuntut konsistensi produksi serta penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Bupati juga mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Tovalo yang berencana menetapkan 1 Mei sebagai agenda rutin syukuran pasca panen. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan tersebut di masa mendatang.
Syukuran panen ini pada akhirnya bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi juga simbol harapan: bahwa dengan kebersamaan, kerja keras, dan dukungan pemerintah, kesejahteraan petani di Parigi Moutong dapat terus meningkat.
Di tengah tantangan zaman, Desa Tovalo menunjukkan bahwa tradisi dan pembangunan bisa berjalan beriringan—menguatkan akar, sekaligus membuka jalan menuju masa depan.
















