
Parimo,Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, bersama rombongan dalam rangka mempererat kerja sama antardaerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, di ruang kerjanya, Selasa (12/05), didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aswini Dimple, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Soviana, Kepala Dinas Pertanian Dadang Priatna, Sekretaris Dinas Pertanian Sunarti, Sekretaris Dinas Pariwisata Eny Susilowati, serta jajaran terkait lainnya.
Pertemuan itu menjadi ajang memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga pengelolaan bibit unggul.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dan berharap hubungan kerja sama kedua daerah dapat terus berkembang.
“Kunjungan ini bukan hanya menjadi kehormatan bagi kami, tetapi juga langkah strategis untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan inovasi demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Abdul Sahid, sektor pertanian memiliki posisi strategis sebagai penopang ketahanan pangan, sumber peningkatan ekonomi masyarakat, pencipta lapangan kerja, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pengembangan sektor pertanian harus terus didorong melalui inovasi, penguatan sumber daya manusia, penerapan teknologi, dan kerja sama lintas wilayah.
Ia juga memaparkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga sektor perikanan yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Di sisi lain, Abdul Sahid meyakini Minahasa Tenggara juga memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi inspirasi sekaligus peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
“Harapan kami, pertukaran informasi dan pengalaman selama kunjungan ini dapat memperkuat kebijakan dan program di kedua daerah, bahkan mendukung target ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredy Tuda mengungkapkan, kunjungan kerja tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tiga bulan lalu, namun baru terlaksana karena padatnya agenda pemerintahan di daerahnya.
Ia mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut tetap kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pendapatan daerah serta menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Daerah kami masih membutuhkan banyak penguatan dan kerja sama antardaerah, termasuk di sektor pertanian. Karena itu kami datang untuk belajar langsung dari Parigi Moutong,” ungkapnya.
Fredy mengaku tertarik dengan berbagai informasi terkait keberhasilan Parigi Moutong dalam pengembangan sektor pertanian, terutama komoditas durian dan pengelolaan pusat benih serta pembibitan tanaman.
Menurutnya, keberhasilan tersebut banyak diketahui melalui berbagai media informasi dan media sosial.
“Setelah melihat langsung lokasi pembibitan dan lahan pertanian di sini, kami semakin terkesan. Banyak hal yang ingin kami pelajari untuk diterapkan di Minahasa Tenggara,” katanya.
Ia menilai kondisi alam Minahasa Tenggara juga sangat mendukung pengembangan pertanian karena memiliki tanah subur dan iklim yang cocok untuk berbagai jenis tanaman.
Karena itu, Fredy berharap dinas pertanian di kedua daerah dapat segera membangun komunikasi intensif dan menyusun langkah kerja sama konkret.
“Kami berharap apa yang kami pelajari di sini bisa dibawa pulang dan dikembangkan di daerah kami, sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian,” tuturnya.
Selama kunjungan berlangsung, rombongan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara meninjau sejumlah lokasi pembibitan dan lahan pertanian unggulan di Kabupaten Parigi Moutong, sekaligus berdiskusi mengenai teknik budidaya, manajemen pengelolaan, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
















