Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Apoteker Hadir untuk Masyarakat, IAI Parigi Moutong Edukasi Lansia soal Penggunaan Obat

×

Apoteker Hadir untuk Masyarakat, IAI Parigi Moutong Edukasi Lansia soal Penggunaan Obat

Sebarkan artikel ini
Ketua IAI Kabupaten Parigi Moutong, Apt. Muhammad Basuki, M.H.,. (Foto: Iwan)

Parimo, Updatesulawesi.id – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan World Pharmacists Day 2026 melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan tema “Apoteker Hadir untuk Masyarakat”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (26/9/2026), dengan salah satu agenda berupa pemeriksaan kesehatan dan edukasi penggunaan obat bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

Ketua IAI Kabupaten Parigi Moutong, Apt. Muhammad Basuki, M.H., mengatakan pemilihan lansia sebagai sasaran kegiatan dilatarbelakangi pentingnya memberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman.

Menurutnya, lansia merupakan kelompok yang perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai obat agar tidak mengandalkan pengalaman pribadi maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Target kita dalam pemeriksaan kali ini adalah lansia. Kita ingin memberikan informasi mengenai penggunaan obat yang benar, sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan pengalaman atau informasi dari orang lain,” kata Muhammad Basuki dalam sambutannya.

Baca berita lainnya :  Beberapa Manfaat Infus Water Lemon Untuk Kesehatan Anda

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi obat secara sembarangan. Masyarakat, kata dia, sebaiknya memperoleh obat melalui sarana pelayanan kesehatan resmi, seperti apotek, puskesmas, dan rumah sakit.

Basuki secara khusus meminta masyarakat waspada terhadap pihak yang menawarkan atau menjual obat dengan cara mendatangi rumah ke rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.

“Kalau ada yang membawa obat dari rumah ke rumah dan bukan tenaga kesehatan, masyarakat harus waspada,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih adanya kebiasaan masyarakat menggunakan obat tanpa memahami aturan maupun indikasinya. Salah satunya penggunaan antibiotik yang dibeli dan dikonsumsi secara tidak tepat.

“Kalau ada orang sakit gigi, kemudian hanya membeli ampicillin satu biji, itu sebenarnya keliru. Penggunaan obat harus diperhatikan dengan baik,” katanya.

Basuki juga menyinggung informasi mengenai produk obat atau obat tradisional yang digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap klaim khasiat obat yang beredar tanpa memastikan keamanan dan penggunaannya.

Baca berita lainnya :  Tiga Operasi Tumor Otak Sukses dalam Sepekan, Tim Bedah Saraf RSUD Anuntaloko Buktikan Layanan Spesialistik Semakin Maju

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam kesempatan tersebut Basuki menyampaikan kondisi tenaga apoteker di Kabupaten Parigi Moutong.

Menurutnya, dari 24 puskesmas yang ada, masih terdapat 10 puskesmas yang belum terisi tenaga apoteker atau masih bergantung pada tenaga dengan status kontrak.

Ia berharap kebutuhan tenaga apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama apabila terdapat kebijakan pengangkatan aparatur sipil negara.

“Di 24 puskesmas masih ada 10 yang belum terisi tenaga apoteker atau masih berstatus kontrak. Kami berharap apabila ada pengangkatan PNS, kebutuhan tenaga apoteker ini dapat dipertimbangkan,” ujarnya.

Basuki menilai keberadaan apoteker di fasilitas kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi sekaligus memastikan penggunaan obat yang tepat kepada masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki cakupan wilayah cukup luas.

Baca berita lainnya :  Irwan Usulkan Layanan BPJS Kesehatan Kembali Beroperasi di RSUD Anuntaloko

Ia menegaskan bahwa peringatan World Pharmacists Day tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan untuk mengingatkan kembali peran apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Apoteker tidak hanya berbicara tentang obat, tetapi juga memastikan apakah obat dikonsumsi secara aman dan tepat,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota IAI Kabupaten Parigi Moutong untuk terus menjaga integritas profesi, memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

“Apoteker harus hadir bukan hanya sebagai penyedia obat, tetapi sebagai tenaga kesehatan yang memberikan solusi, pendampingan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Basuki mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memperoleh dan menggunakan obat serta membangun kebiasaan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“Selamat World Pharmacists Day 2026 bagi para apoteker di Parigi Moutong. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Total Views: 13
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *