
Parimo,Updatesulawesi.id – Bupati Parigi Moutong menegaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan daerah terletak pada sinergi kuat antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Tanpa koordinasi yang solid, program pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan jauh dari kebutuhan riil masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati memimpin rapat kerja bersama jajaran pemerintah Kecamatan Moutong, kepala desa, serta OPD di Kantor Camat Moutong, Senin (26/04).
Rapat kerja ini, menurut Bupati, bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat dari tingkat desa. Hasilnya akan menjadi pijakan dalam menetapkan arah dan prioritas pembangunan daerah ke depan.
“Rapat ini memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Fokus utama pemerintah daerah, lanjut Bupati, masih bertumpu pada pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan drainase. Ia menilai, infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk tidak hanya bekerja di atas meja, tetapi aktif turun ke lapangan guna memastikan program yang dijalankan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, Bupati mengingatkan pentingnya efisiensi dan ketepatan dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia menekankan agar setiap usulan dari desa benar-benar berbasis prioritas dan berdampak langsung.
“Kita tidak bisa lagi bekerja secara biasa. Dengan anggaran terbatas, setiap program harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi perhatian serius. Program ini dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Pemerintah daerah, kata Bupati, akan terus mendorong kesiapan desa, termasuk penyediaan lahan dan dukungan lainnya agar program tersebut dapat berjalan optimal.
Di sektor pendidikan, Bupati menyoroti masih adanya anak yang belum mengenyam pendidikan. Ia meminta keterlibatan aktif pemerintah desa dalam melakukan pendataan akurat agar intervensi kebijakan dapat dilakukan secara tepat.
“Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak usia sekolah kehilangan haknya. Data harus akurat agar penanganan tepat,” tegasnya.
Sementara di bidang kesehatan, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas, termasuk kemudahan akses rujukan dan pemerataan tenaga kesehatan di seluruh wilayah.
“Pelayanan kesehatan harus cepat, mudah, dan merata. Ini kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, memastikan seluruh aspirasi dan laporan masyarakat yang disampaikan dalam forum tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pendataan anak putus sekolah guna mendukung program Sekolah Rakyat yang tengah diperjuangkan masuk dalam prioritas nasional. Para camat dan kepala desa diminta segera mengirimkan data lengkap ke Dinas Sosial.
Selain itu, perluasan perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan juga terus didorong, termasuk bagi tenaga desa dan kader posyandu.
“Pendataan harus diperkuat agar seluruh pekerja rentan bisa terakomodasi dalam program perlindungan sosial,” tegasnya.
Menutup rapat, Bupati kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, seluruh program prioritas dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi adalah kunci, dan dengan itu kita yakin perubahan akan terjadi,” pungkasnya.
















