Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

SEHAT Bidik Kelompok Rentan, Perempuan dan Remaja Putri Jadi Sasaran

×

SEHAT Bidik Kelompok Rentan, Perempuan dan Remaja Putri Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
Provincial Manager SEHAT Project, Rieneke Rolos. (Foto: Edit By AI Generated)

Parimo, Updatesulawesi.id – Persoalan kesehatan perempuan dan remaja putri tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan. Akses terhadap informasi, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, hingga kerentanan terhadap kekerasan juga dapat menentukan kemampuan perempuan mendapatkan layanan dan memahami hak kesehatannya.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) dalam melakukan pemetaan organisasi masyarakat dan kelompok berbasis komunitas yang mewakili perempuan serta remaja putri di Kabupaten Parigi Moutong.

Provincial Manager SEHAT Project, Rieneke Rolos, mengatakan perempuan dan remaja putri menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena masih terdapat sejumlah persoalan sosial dan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama, termasuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, kekerasan seksual serta perkawinan anak.

“Wilayah yang kami pilih seperti Sulawesi Tengah masih menghadapi kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, khususnya kekerasan seksual, kemudian pernikahan anak yang masih cukup tinggi,” ujar Rieneke dalam kegiatan pemetaan di Gedung Dinas Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (14/8/2026).

Baca berita lainnya :  Krisis Tenaga Medis, Rawat Inap Puskesmas Ongka Dihentikan

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat akses perempuan dan remaja putri terhadap informasi serta layanan kesehatan reproduksi.

SEHAT nantinya tidak hanya menyasar kelompok yang sudah memiliki pemahaman mengenai isu kesehatan reproduksi. Program tersebut juga diarahkan untuk menjangkau kelompok perempuan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap informasi maupun layanan.

Rieneke menjelaskan kelompok rentan dapat memiliki kondisi yang beragam. Di antaranya perempuan kepala keluarga, perempuan dengan kebutuhan khusus, serta perempuan yang menghadapi keterbatasan ekonomi, pendidikan maupun akses sosial.

“Yang kurang mengerti juga kami ingin mereka memiliki akses dan informasi yang sama,” katanya.

Karena itu, menurut Rieneke, keberadaan organisasi masyarakat, kader dan kelompok komunitas menjadi penting. Mereka dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi sekaligus mengidentifikasi persoalan yang mungkin tidak mudah dijangkau oleh institusi formal.

Baca berita lainnya :  Dinkes Parigi Moutong Genjot Kompetensi Petugas Puskesmas, Perkuat Perang Melawan Kusta dan Frambusia

Dalam konteks kesehatan reproduksi, edukasi juga dinilai penting agar perempuan dan remaja putri memahami hak kesehatan mereka serta mampu mengakses pelayanan yang tersedia.

“Bagaimana perempuan tahu tentang hak mereka, hak kesehatan reproduksi, sehingga ke depan pelayanan masyarakat dan masyarakat yang menerima atau mengakses pelayanan bisa dilakukan dengan lebih baik,” ujarnya.

SEHAT saat ini masih berada pada tahap asesmen dan pemetaan. Selain menggali informasi dari organisasi dan pemangku kepentingan, tim juga melakukan asesmen langsung bersama masyarakat serta fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu.

Tahapan tersebut akan dilanjutkan dengan pemetaan forum pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan. Setelah data dianggap cukup, program akan mulai diarahkan pada kegiatan peningkatan kapasitas, edukasi dan kampanye kesehatan di masyarakat.

Rieneke mengatakan bentuk kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Edukasi dapat dilakukan melalui sekolah maupun komunitas, tetapi materi dan pendekatan tidak akan dibuat seragam.

Baca berita lainnya :  Wagub Sulteng Terima Audiensi Kemenkes Bahas Status Siaga Darurat KLB Malaria di Parimo

“Kegiatannya akan kami diskusikan dengan masyarakat, yang mereka mau seperti apa dan yang cocok disampaikan atau dilibatkan siapa,” jelasnya.

Pendekatan tersebut penting karena persoalan kesehatan perempuan dan remaja putri memiliki karakter yang berbeda di setiap wilayah. Faktor geografis, sosial, budaya dan kemampuan masyarakat mengakses informasi dapat memengaruhi kebutuhan masing-masing kelompok.

Melalui pemetaan tersebut, SEHAT berharap tidak hanya menemukan organisasi yang dapat menjadi mitra, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai kelompok masyarakat yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan data kelompok masyarakat tersedia, melainkan memastikan hasil pemetaan benar-benar diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan oleh perempuan dan remaja putri, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan atau sulit menjangkau layanan.

Total Views: 17
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *