
Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak kondisi darurat kekeringan.
Langkah itu dilakukan setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurut Sofiana, Dinas Ketahanan Pangan menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilibatkan dalam penanganan kondisi darurat, khususnya terkait ketersediaan dan penyaluran cadangan pangan.
“Dalam rangka mengantisipasi kondisi darurat, salah satu tugas Dinas Ketahanan Pangan adalah menyediakan beras Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Saat ini, sisa cadangan pangan yang tersedia di dinas sebanyak 26 ton,” ungkap Sofiana, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan arahan Bupati Parigi Moutong dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di sejumlah kecamatan yang mengalami dampak kekeringan.
Wilayah terdampak tersebut meliputi Kecamatan Tinombo, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, hingga Moutong.
Sebelum bantuan disalurkan, Dinas Ketahanan Pangan terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap data calon penerima yang disampaikan pemerintah desa melalui BPBD.
Verifikasi tersebut juga melibatkan pemerintah desa melalui musyawarah untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Data yang masuk dari desa melalui BPBD kami identifikasi kembali. Kami turun melakukan verifikasi sesuai hasil musyawarah desa sehingga mendapatkan data yang akurat mengenai jumlah masyarakat yang berhak menerima bantuan,” jelasnya.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi, pada tahap ini bantuan beras dialokasikan kepada 290 kepala keluarga (KK), masing-masing sebanyak 10 kilogram. Dengan demikian, total beras yang disiapkan mencapai 2.900 kilogram atau 2,9 ton.
Adapun rinciannya, Kecamatan Mepanga mencatat 123 KK penerima bantuan, terdiri atas Desa Kayu Agung sebanyak 29 KK dan Desa Ogotion 94 KK. Total alokasi beras untuk wilayah tersebut mencapai 1.230 kilogram.
Selanjutnya, Kecamatan Ongka Malino terdapat 96 KK penerima yang tersebar di Desa Persatuan Utara sebanyak 31 KK, Persatuan Sejati 20 KK, dan Santigi 45 KK.
Sementara itu, Kecamatan Tomini mencatat 73 KK penerima bantuan yang berasal dari Desa Ambesia, dengan alokasi beras sebanyak 730 kilogram.
Sofiana menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan selama kondisi kekeringan.
Ia menambahkan, pendistribusian bantuan akan menyesuaikan data hasil verifikasi serta jadwal penyerahan yang ditetapkan Bupati Parigi Moutong.
Dengan ketersediaan cadangan pangan yang masih mencapai 26 ton, pemerintah daerah memiliki persediaan untuk mendukung penanganan kebutuhan pangan masyarakat apabila dampak kekeringan meluas atau kondisi darurat berlanjut.




