
Parimo, Updatesulawesi.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Hanura, Yushar, menggelar kegiatan reses dengan konsep berbeda. Selain menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat, reses tersebut dikolaborasikan dengan lomba domino sebagai media mempererat silaturahmi antarwarga di Daerah Pemilihan (Dapil) I (07/08).
Menurut Yushar, konsep tersebut dipilih karena dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih akrab sehingga masyarakat lebih leluasa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kebetulan saya terpilih di Dapil I, sehingga sudah menjadi kewajiban saya turun langsung melihat kondisi dan mendengar keluhan warga,” ujar Yushar saat diwawancarai usai kegiatan reses.
Ia menjelaskan, lomba domino tidak hanya diikuti masyarakat dari Parigi, tetapi juga peserta dari sejumlah wilayah lain seperti Toboli, Pelawa, dan Tindaki. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus mempermudah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah permintaan percepatan penebangan pohon trembesi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi ruas jalan di kawasan pesisir, khususnya jalur yang menghubungkan Bantaya hingga Kampal, yang dinilai membutuhkan perbaikan agar lebih aman dan nyaman dilalui.
“Keluhan warga yang paling banyak disampaikan adalah penanganan pohon trembesi, perbaikan jalan di kawasan pesisir Bantaya–Kampal, penerangan jalan umum, hingga persoalan banjir yang sampai sekarang masih perlu mendapat perhatian serius,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yushar menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan masyarakat, meskipun pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
“Insya Allah seluruh aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Memang saat ini ada efisiensi anggaran, tetapi kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas untuk kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” katanya.
Ia menilai kawasan Kota Parigi merupakan wajah Kabupaten Parigi Moutong sehingga penataan infrastruktur, penerangan jalan, ruang publik, serta penanganan banjir harus menjadi perhatian bersama.
“Kota adalah wajah daerah. Karena itu, apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kami dorong agar dapat ditindaklanjuti pemerintah, mulai dari penebangan pohon yang berisiko, pemasangan lampu penerangan jalan, perbaikan ruas jalan di dalam kota, hingga penanganan banjir yang selama ini belum terselesaikan secara optimal,” pungkasnya.
















