banner 728x250

Inovasi Baru Idham Panggagau Tingkatkan Partisipasi Posyandu

Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Idam Panggagau.Foto AZ.

Parimo, Updatesulawesi.id — Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Idam Panggagau, memperkenalkan inovasi baru dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan kesehatan di Posyandu Mente, Desa Jonokalora.

Menurut Idam, kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional yang berperan besar dalam menentukan kualitas hidup dan produktivitas bangsa.

banner 728x90

“Salah satu instrumen penting dalam sistem pelayanan kesehatan dasar di Indonesia adalah Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu,” ujarnya,Senin (06/10).

Ia menjelaskan, posyandu memiliki peran vital dalam menjamin akses layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan formal.

Baca berita lainnya :  Wagub Sulteng Terima Audiensi Kemenkes Bahas Status Siaga Darurat KLB Malaria di Parimo

“Posyandu mengintegrasikan berbagai layanan dasar seperti imunisasi, penimbangan balita, pemberian vitamin, edukasi gizi, serta pelayanan kesehatan ibu hamil,” terang Idam.

Namun demikian, Idam menyoroti masih adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di berbagai daerah, termasuk rendahnya tingkat kehadiran bayi dan balita.

“Rendahnya angka kehadiran sasaran posyandu berdampak serius terhadap akses anak-anak terhadap imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi yang penting pada masa pertumbuhan,” jelasnya.

Baca berita lainnya :  Warga Pedalaman Masih Bayar Berobat, DPRD Soroti RS Raja Tombolotutu Tinombo

Fenomena tersebut juga terjadi di Desa Jonokalora, di mana tingkat kehadiran sasaran posyandu hanya mencapai sekitar 50 persen, jauh dari target ideal.

“Padahal, peningkatan cakupan posyandu merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan balita serta meningkatkan status gizi anak,” tambahnya.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Desa Jonokalora bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu berinisiatif menciptakan inovasi lokal yang kreatif dan partisipatif melalui program

Baca berita lainnya :  Layanan Rawat Inap Terganggu, Dinkes Parimo Tegaskan Tak Pernah Perintahkan Penutupan

“Odong-Odong Sehat”, yaitu kendaraan hiburan anak-anak yang dimodifikasi menjadi sarana penjemputan bayi dan balita menuju posyandu.

“Kendaraan ini kami ubah menjadi alat transportasi yang edukatif, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Idam.

Inovasi tersebut terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Dalam waktu singkat, Posyandu Mente berhasil menjadi salah satu posyandu terinovatif di Kabupaten Parimo, bahkan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

“Posyandu dirancang sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat, dengan prinsip kemudahan akses, keterjangkauan, dan partisipasi aktif warga,” pungkasnya.

Total Views: 161

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!