Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Pramuka Kembali Jadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua Karteker Kwarcab Parigi Moutong: Hanya Pramuka yang Diatur Spesifik dalam UU

×

Pramuka Kembali Jadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua Karteker Kwarcab Parigi Moutong: Hanya Pramuka yang Diatur Spesifik dalam UU

Sebarkan artikel ini
Ketua Karateker Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P saat memberi materi kepada para peserta.

Parimo,Updatesulawesi.id — Gerakan Pramuka kembali ditegaskan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, sesuai Peraturan Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025.

Kebijakan ini menandai langkah pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter dan kemandirian peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang terstruktur.

Hal tersebut disampaikan Ketua Karateker Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P, dalam sebuah kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Disdikbud setempat dengan jumlah 208 peserta dari Tinombo Selatan sampai Moutong.

Baca berita lainnya :  Mardin Usman Tekankan Penguatan Struktur dan Program Pro Rakyat pada MUSDA VI PAN Parigi Moutong 2025

Menurut Ariesto, Pramuka memiliki kedudukan yang istimewa dibanding kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Hanya Pramuka yang secara spesifik diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dan kini dipertegas lagi melalui Permendikbud Nomor 13 Tahun 2025,” ungkapnya.Selasa,(04/11).

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini menegaskan pentingnya peran Pramuka dalam membentuk karakter dan kemandirian siswa, yang sejalan dengan semangat pendidikan nasional untuk menciptakan generasi berintegritas, tangguh, dan berjiwa sosial tinggi.

Baca berita lainnya :  Kajari Parigi Moutong Tinjau Labkesmas dan Puskesmas Torue

“Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau kegiatan perkemahan, tetapi tentang bagaimana menanamkan nilai kedisiplinan, gotong royong, dan cinta tanah air sejak dini,” tambah Ariesto.

Melalui penerapan regulasi baru ini, satuan pendidikan di Parigi Moutong diharapkan segera menyesuaikan kembali pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sebagai bagian wajib dari kurikulum sekolah.

Baca berita lainnya :  Taekwondo Parigi Moutong Bidik Empat Medali Emas pada Porprov X Morowali 2026

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelatihan pembina dan tenaga pendidik dalam mengoptimalkan kegiatan kepramukaan di setiap sekolah.

Dengan demikian, semangat “satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan” diharapkan kembali menjadi bagian dari kehidupan para pelajar di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 99
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *